Sebanyak 8.976 warga Sulawesi Tenggara sembuh dari COVID-19

id perkembangan kasus corona di sultra, corona di sultra, virus corona, sultra, covid-19 sultra

Sebanyak 8.976 warga Sulawesi Tenggara sembuh dari COVID-19

Tenaga medis saat melakukan tes cepat COVID-19 di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara. ANTARA/Harianto

Kendari (ANTARA) - Tim Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Provinsi Sulawesi Tenggara menyampaikan sudah 8.976 warga di daerah tersebut dinyatakan sembuh dari infeksi SARS-CoV-2 setelah ada penambahan 114 orang.

Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Sultra La Ode Rabiul Awal di Kendari, Jumat mengatakan penambahan kasus sembuh hari ini lebih banyak dari penambahan kasus positif baru.

"Hari ini pasien sembuh masing-masing dua orang dari Kabupaten Buton Selatan dan Muna. Kemudian Buton Tengah satu orang, Kolaka Utara 73 orang, dan Kota Kendari 36 orang," kata Rabiul.

Ia juga menyampaikan, pasien positif baru bertambah sebanyak 17 orang, berasal dari enam daerah, sehingga total kasus terkonfirmasi positif COVID-19 di provinsi tersebut menjadi 9.912 orang.

"Rincian kasus positif baru hari ini masing-masing satu orang dari Kabupaten Konawe, Konawe Kepulauan dan Kolaka Utara. Kemudian Kolaka dan Konawe Selatan masing-masing lima orang, dan Kota Kendari empat orang, tuturnya.

Sementara untuk kasus meninggal akibat COVID-19 di provinsi tersebut tidak ada penambahan tetap sebanyak 191 orang.

Sebaran 191 kasus meninggal di Sultra, yakni Kabupaten Buton delapan orang, Muna 13 orang, Konawe 18 orang, Kolaka 14 orang, Konawe Selatan 15 orang, Bombana delapan orang, Wakatobi dua orang, Kolaka Utara 10 orang, Buton Utara tujuh orang, Konawe Utara satu orang.

Berikutnya, Kolaka Timur lima orang, Konawe Kepulauan satu orang, Muna Barat tiga orang, Buton Tengah dua orang, Buton Selatan empat orang, Kota Kendari 57 orang dan Kota Baubau 23 orang.

Ia menyampaikan, meskipun saat ini disemua daerah 17 kabupaten/kota telah melakukan program penyuntikkan vaksinasi COVID-19, namun masih diprioritaskan bagi tenaga kesehatan.

Oleh karena itu, ia meminta kepada semua masyarakat dalam menjalankan aktivitas agar menaati protokol kesehatan 3M yaitu memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan guna memproteksi diri dari penularan COVID-19 dan menekan angka kasus di daerah itu.
Pewarta :
Editor: Hernawan Wahyudono
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar