Kementerian PUPR sebut progres kolam retensi di Kendari capai 80 persen

id Kolam retensi wanggu

Kementerian PUPR sebut progres kolam retensi di Kendari capai 80 persen

Direktur Sungai dan Pantai Direktorat Sumber Daya Air (SDA) Kementerian PUPR Bob Arthur Lombogia bersama Wakil Ketua Komisi V DPR RI Ridwan Bae bersama rombongan dan Wali Kota Kendari dan pejabat lainnya saat meninjau pembangunan kolam retensi sungai Wanggu di Kendari, Senin (12/10/2020). (ANTARA/Harianto)

Kendari (ANTARA) - Direktur Sungai dan Pantai Direktorat Sumber Daya Air (SDA) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Bob Arthur Lombogia menyampaikan bahwa progres pengerjaan kolam retensi Sungai Wanggu di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), mencapai 80 persen.

Bob Arthur menyampaikan bahwa kolam retensi atau waduk sebagai upaya mencegah terjadinya banjir yang dibangun di Kota Kendari dalam dua bentuk yakni hulu dan hilir.

"Ini ada dua waduk yang di sini dan di atas jalan. Yang di atas jalan adalah hulu, kemudian yang di bawah jalan ini hilir. Ini progresnya sudah lebih dari 80 persen," kata Bob Arthur saat mendampingi kunjungan kerja Komisi V DPR RI meninjau infrastruktur dan transportasi di Kendari, Senin.

Ia mengatakan pihaknya telah melakukan simulasi banjir, dan bila tidak diupaya pengendaliannya, maka bisa terjadi banjir dengan luas 2.500 hektare yang terjadi di sepanjang Sungai Wanggu.

"Namun kalau tanggul-tanggul yang ada di Sungai Wanggu ini dan ada anak-anak sungainya kita kerjakan, dia akan menjadi kecil banjirnya, menjadi 681 hektare, atau sekitar 66 persen dia reduksinya," ujar Bob Arthur.
 
Kolam retensi sungai Wanggu di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara. (ANTARA/Harianto)


Selain membangun kolam retensi Sungai Wanggu, pihak Direktorat SDA Kementerian PUPR juga akan membangun kolam retensi Baruga dengan daya tampung dua juta setengah meter kubik, dengan anggaran tahun 2021.

Sementara itu Wakil Komisi V DPR RI Ridwan Bae berharap rencana pembangunan kolam retensi Nanga-Nanga dapat dikerjakan pada tahun 2022, sehingga ia meminta pihak pemda dapat membantu pembebasan lahan di daerah Nanga-Nanga.

"Saya berharap betul ini tahun 2022 sudah bisa terlaksana utamanya retensi Nanga-Nanga. Sebenarnya saya berharap tahun ini, cuma kita masih kekurangan data-data desain dan seterusnya, kalau itu sudah ada InsyaAllah minimal 80 persen banjir kita di Sulawesi Tenggara khususnya di Kota Kendari bisa teratasi," kata Ridwan Bae.
Pewarta :
Editor: Hernawan Wahyudono
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar