Maskapai penerbangan Citilink resmi beroperasi di Baubau

id citilink

Maskapai penerbangan Citilink resmi beroperasi di Baubau

Wali Kota Baubau, AS Tamrin (ketujuh dari kanan) mengikuti peresmian pengopoerasian perdana Maskapai Citilink di Bandara Betoambari, Kamis (17/9/2020). (foto Antara/Yusran)

Baubau (ANTARA) - Maskapai Citilink Indonesia resmi beroperasi di Kota Baubau, Sulawesi Tenggara, setelah dilakukan penerbangan perdana dari Bandara Betoambari (Baubau) ke Bandara Hasanuddin Makassar, Sulsel, Kamis.

Station Manager Citilink Baubau, Perta Perangin Angin, di Baubau, mengatakan, penerbangan perdana ke Makassar dengan penumpang sebanyak 40 orang termasuk Wali Kota Baubau AS Tamrin.

"Tadi penumpang yang berangkat sebanyak 40 orang, dan tiba 32 orang. Ini baru pertama ke Baubau," ujarnya.

Ia mengatakan, jadwal penerbangan pesawat Citilink dari Baubau-Makassar (Sultra-Sulsel) saat ini hanya sekali sehari pulang pergi (pp), yakni dari Makassar pukul 07.00 Wita dan dari Baubau pukul 08.55 Wita.

"Rute awalnya kita untuk sementara ini ke Baubau dan kembali ke Makassar," terangnya lagi.

Hadirnya pesawat ATR 72600 kapasitas 70 kursi penumpang melayani pengguna jasa transportasi udara di kota pemilik benteng terluas di dunia itu, menurut dia, karena potensi penumpang di daerah itu cukup ramai sehingga menjadi perhatian pihaknya.

"Saya lihat di sini (Baubau) penumpang lumayan banyak, potensi penerbangan bisa tiga sampai empat kali," katanya.

Sedangkan untuk penerbangan Baubau-Kendari, kata dia, sementara ini pihaknya belum membuka rute tersebut, tetapi hal itu akan menjadi perhatian sembari berjalannya penerbangan Citilink di Baubau.

"Memang sementara ini penerbangan belum melayani rute Kendari, mana tahu nanti sambil berjalan mungkin bisa kita usulkan juga," katanya.

Terkait juga calon penumpang yang akan bepergian di tengah pandemi COVID-19, kata dia, diharuskan memenuhi persyaratan adanya tes cepat atau hasil swab nonreaktif dengan menerapkan social distancing dan memakai masker.
Pewarta :
Editor: Hernawan Wahyudono
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar