SKB CPNS di Baubau tetap mengutamakan protokol kesehatan

id seleksi skb,Cpns,pns,asn,tes cpns 2020,seleksi pns,buton,bkd sultra

SKB CPNS di Baubau tetap mengutamakan protokol kesehatan

Arsip - Seskab Kutim Irawansyah mewakili Plt Bupati Kutim, saat dengan membuka tes seleksi CPNS di Gedung Diklat BKPP Kutim (Arumanto)

Kendari (ANTARA) - Badan Kepegawaian Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Baubau, Sulawesi Tenggara (Sultra), melaksanakan seleksi kompetensi bidang (SKB) bagi CPNS formasi 2019 dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan ketat.

"Dari hasil monitoring yang kami lakukan sejak kemarin, seluruh tahapannya sudah sesuai aturan yang berlaku, sudah sesuai dengan Permen PAN-RB dan BKN," ungkap Kepala Kantor Regional IV BKN Makassar,  Harun Arsyad usai membuka sesi pertama SKB di Baubau melalui pesan whatsaap yang diterima, Selasa.

Ia mengatakan , mencegah kontak antarpeserta, Panitia Seleksi Daerah (Panselda) menerapkan jaga jarak. 

Sebelum memasuki gedung ujian, tiap peserta lebih dulu mencuci tangan dengan sabun yang disiapkan. Kemudian masuk dalam bilik penyemprotan disinfektan, selanjutnya dilakukan pengukuran suhu tubuh.

Di dalam gedung barang bawaan peserta diperiksa oleh panitia dan aparat kepolisian.

Harun Arsyad juga mengapresiasi kinerja panitia daerah karena selama ini membangun komunikasi yang baik dan sinergi dengan panitia seleksi nasional.

"Bagi peserta yang belum beruntung harus bersabar dan mempersiapkan diri kembali. Insya Allah pemerintah akan tetap membuka seleksi CPNS untuk tahun depan," katanya.

Di tempat yang sama Sekretaris BKPSDM Kota Baubau, Abdul Rahman menyebutkan jumlah seluruh peserta yang mengikuti SKB berjumlah 225 orang.

"Semuanya ada 225 orang namun yang mengikuti SKB di gedung Maedani ini hanya 183 orang. Selebihnya mengikuti ujian di kantor dan UPT BKN di daerahnya," terangnya.

Rahman menambahkan dari 183 peserta itu dibagi dalam tiga sesi, yang mana tiap sesi diikuti 65 peserta. Sehingga dipastikan SKB di Kota Baubau hanya akan diselenggarakan selama satu hari.
 
Pewarta :
Editor: Hernawan Wahyudono
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar