Ketua MPR menyerahkan bantuan bagi seniman dan jurnalis TVRI

id MPR RI,Bamsoet,COVID-19

Ketua MPR menyerahkan bantuan bagi seniman dan jurnalis TVRI

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo saat memberikan bantuan 500 paket sembako, di Gedung Penunjang Operasional TVRI, Jakarta, Senin (27/7). (Istimewa)

Jakarta (ANTARA) - Ketua MPR RI Bambang Soesatyo menyerahkan 500 paket sembako kepada komunitas seniman pekerja seni mitra TVRI, forum wartawan hiburan, pensiunan drama-musik TVRI, dan komunitas musisi Kafe Jakarta.

Dia mengatakan paket sembako tersebut berasal dari donasi konser virtual "Berbagi Kasih Bersama Bimbo" yang diselenggarakan MPR RI pada Minggu (17/5) sebagai upaya menggerakan solidaritas gotong royong bangsa dalam menghadapi pandemik COVID-19.

"Pemerintah melalui Kementerian Sosial telah menyalurkan banyak bantuan sosial untuk berbagai lapisan masyarakat. Kita menyadari, dengan jumlah penduduk mencapai 267 juta jiwa, tidak mungkin pemerintah bisa memberikan bantuan sosial untuk seluruh lapisan penduduk, seperti halnya yang dilakukan negara-negara Eropa dan Amerika," kata Bamsoet dalam keterangannya di Jakarta, Senin.

Hal itu dikatakan Bamsoet usai memberikan bantuan 500 paket sembako, di Gedung Penunjang Operasional TVRI, Jakarta.



Menurut dia, bangsa Indonesia beruntung memiliki Pancasila yang mengajarkan gotong royong sehingga dalam kondisi kritis pandemik COVID-19 selain sikap cepat pemerintah, seluruh elemen bangsa juga bergerak saling memberikan bantuan sosial.

Dia menjelaskan, berdasarkan laporan Bank Dunia (World Bank) dalam Indonesia Economic Prospect edisi Juli 2020, diperkirakan angka kemiskinan tahun 2020 di Indonesia akan bertambah 5,5 juta hingga 8 juta apabila pemerintah tak memberikan bantuan sosial.

"Karena itu, bantuan sosial yang dilakukan pemerintah beserta upaya gotong royong warga diharapkan akan menekan angka kemiskinan akibat pandemik COVID-19," ujarnya.

Politisi Partai Golkar itu menjelaskan para pekerja jasa tradisional seperti seniman termasuk kalangan yang mengalami penurunan penghasilan paling tajam sehingga melalui bantuan sosial, bisa saling menjaga satu sama lain agar jangan sampai ada yang jatuh ke jurang kemiskinan.

Menurut dia, Bank Dunia memprediksi 71 juta penduduk dunia akan masuk ke kemiskinan ekstrem akibat pandemik COVID-19 sehingga diharapkan Indonesia bukan menjadi penyumbang terbesar.



Dia juga berharap Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional yang beberapa hari lalu dibentuk Presiden Joko Widodo bisa bergerak cepat memulihkan perekonomian nasional sekaligus menjaga masyarakat tetap sehat dan selamat khususnya dalam mempercepat penyerapan anggaran di berbagai kementerian/lembaga secara tepat guna dan tepat sasaran.

"Perjuangan melawan COVID-19 juga harus seiring dengan perjuangan memulihkan perekonomian. Keduanya tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri, melainkan bersamaan," ujarnya.

Dia menilai kalau kedua itu tidak bisa berjalan seiring, Indonesia akan menghadapi penyebaran COVID-19 yang semakin meningkat di tengah perekonomian yang semakin menurun akibatnya korban meninggal dan kemiskinan akibat COVID-19 semakin banyak.urut hadir dalam acara penyerahan bantuan tersebut antara lain Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Yudian Wahyudi, Staf Khusus BPIP Romo Beny Susetyo, Sekjen Kementerian Komunikasi dan Informatika Niken Widiastuti, Dewan Pengawas TVRI Arief dan Direktur Utama TVRI Imam Brotoseno serta artis senior Mutiara Sani.
 

Pewarta :
Editor: Hernawan Wahyudono
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar