Kemenpora jatah 46 atlet pelajar Sultra

id Pplp

Kemenpora jatah 46 atlet pelajar Sultra

Pesepak takraw putri pelajar ikut memperkuat tim Sultra mengikuti "event" taraf nasional (Foto: ANTARA/sarjono)

Kendari (ANTARA) - Kementrian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) menyiapkan jatah atlet pelajar berbakat bagi Sulawesi Tenggara sebanyak 46 orang melalui program Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar (PPLP).

Plt Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Sultra Ashar di Kendari, Kamis, mengatakan 46 atlet potensial, masing-masing cabang olahraga dayung 20 orang, sepak takraw 16 orang dan pencak silat 10 orang.

"Setiap tahun ada perubahan kuota atlet maupun kecabangan olahraga berdasarkan evaluasi Kemenppra," kata Ashar.

Selain merekrut atlet-atlet pelajar berbakat juga Kemenpora menjatah kuota pelatih yang akan menggembleng atlet-atlet pelajar.

Rekrutmen pelatih tiga cabang olahraga untuk optimalisasi program Pusat Pembinaan dan Latihan Pelajar (PPLP) Kementrian Pemuda dan Olahraga telah menghasilkan 11 pelatih.

"Sudah menemukan 11 orang pelatih yang akan membina atlet pelajar melalui program Pusat Pembinaan dan Latihan Pelajar (PPLP) Kementrian Pemuda dan Olahraga," kata Ashar.

Cabang olahraga dayung memiliki kuota pelatih terbanyak 6 orang, sepak takraw 3 orang dan pencak silat 2 orang.

"Rekrutmen pelatih untuk atlet pelajar mendapat rekomendasi dari masing-masing pengurus cabang olahraga daerah," kata Ashar.

Sekilas profil para pelatih yang akan menangani atlet pelajar adalah mereka-mereka yang berlatar belakang atlet berprestasi tingkat nasional, bahkan dunia.

Pelatih dayung pelajar Sultra Jamaluddin mengatakan kapasitas pelatih yang mumpuni salah satu kunci sukses menciptakan atlet berprestasi.

"Saya setuju evaluasi para pelatih dilakukan secara periodik dan terukur oleh Kemenpora sebagai pemilik program. Kalau tidak memuaskan ganti dengan pelatih lain," kata Jamaluddin, atlet rowing Indonesia.

Atlet pelajar Sultra memiliki potensi yang sama dengan atlet daerah lain, seperti Jawa Barat, Maluku, Jawa Timur, Kalteng dan lainnya.


Pewarta :
Editor: Hernawan Wahyudono
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar