Di Kolaka, TNI-Polri dan warga gotong royong renovasi rumah ibadah

id TMMD

Di Kolaka, TNI-Polri dan warga gotong royong renovasi rumah ibadah

Satgas TMMD ke-108 Kodim 1412/Kolaka bersama Polri dan warga Desa Lamedai, Kecamatan Tanggetada, Kolaka, Sulawesi Tenggara gotong royong melakukan perbaikan sebuah masjid di desa itu yang pembangunannya sempat berhenti. (ANTARA/HO-Penrem 143/_Haluoleo)

Kendari (ANTARA) - Personel Satuan Tugas (Satgas) TNI Menunggal Membangun Desa (TMMD) ke-108 Kodim 1412/Kolaka bersama kepolisian dan warga Desa Lamedai, Kecamatan Tanggetada, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara, bergotong royong melakukan perbaikan sebuah masjid di desa itu yang pembangunannya sempat berhenti.

Siaran pers Korem 143/Haluoleo yang diterima, Minggu, menyebutkan dalam pembangunan Masjid Nurul Iman tersebut Satgas TMMD 108 dikomandoi oleh Dandim 1412/Kolaka, Letkol Kav Amran Wahid.

"Pembangunan masjid ini sebagai wujud nyata pengabdian TNI untuk negeri. Bersama rakyat TNI kuat," kata Dandim 1412/Kolaka, Letkol Kav Amran Wahid.

Kegaitan TMMD tersebut menuai banyak apresiasi baik dari aparat pemerintah desa maupun warga setempat. Salah satunya Kepala Desa Lamedai Ali Mustafa yang mengatakan bahwa tanpa kehadiran TMMD 108 pembangunan Masjid Nurul Iman tersebut kemungkinan belum bisa dilanjutkan.

"Kehadiran TMMD Kodim 1412/Kolaka sangat membantu kami, pembangunan ini bisa dilanjutkan sampai selesai dan Insya Allah bisa segera digunakan oleh masyarakat untuk melaksanakan ibadah," tutur Ali.

Di tempat yang sama Abdul Malik, salah satu pengurus masjid mengungkapkan bahwa pembangunan masjid tersebut berat untuk diselesaikan jika hanya mengandalkan biaya swadaya.

"Saya sangat bersyukur dengan kehadiran TNI Manunggal Membangun Desa di desa kami, selama ini kami mengandalkan swadaya masyarakat untuk menyelesaikan masjid ini, tapi dengan hadirnya TNI, harapan tuntasnya pembangunan masjid kembali muncul," ungkap pensiunan PNS ini.

"Bukan itu saja dengan kehadiran bapak-bapak tentara di sini semua menjadi mudah, mereka tidak ada yang diam semuanya terjun di lapangan, seperti saat pengambilan dolken (kayu penyangga) kita tidak kewalahan," tambahnya.
Pewarta :
Editor: Hernawan Wahyudono
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar