Amerika Serikat kirim kapal induk ke Laut China Selatan saat China gelar latihan

id AS-China,latihan militer,laut china selatan,kapal induk

Amerika Serikat kirim kapal induk ke Laut China Selatan saat China gelar latihan

Kapal induk AL Amerika Serikat USS Carl Vinson (ka) dan USS Ronald Reagan berlayar dengan kelompok mereka bersama kapal AL Jepang dalam latihan di Laut Jepang, Kamis (1/6/2017). (U.S. Navy/Mass Communication S)

Bangkok (ANTARA) - Amerika Serikat (AS) mengirimkan dua kapal induk ke Laut China Selatan pada saat yang sama ketika China tengah menggelar latihan militer di wilayah laut sengketa tersebut, demikian dilaporkan Wall Street Journal.

Kapal USS Ronald Reagan dan USS Nimitz akan berada di wilayah itu mulai Sabtu, menurut media AS tersebut, mengutip pernyataan komandan grup tempur AS tersebut.

"Tujuannya adalah untuk memberikan sinyalemen yang jelas kepada rekan dan sekutu kami bahwa kami berkomitmen pada keamanan dan stabilitas kawasan," kata Laksamana Muda George M. Wikoff.

Dia menambahkan bahwa latihan itu bukanlah respons terhadap tindakan China, yang dikritik Pentagon sebagai "upaya kontraproduktif dalam meredakan ketegangan dan menjaga stabilitas."

Wikoff tidak memberikan keterangan rinci soal lokasi kapal-kapal induk AS itu akan menggelar latihan. Wall Street Journal melaporkan latihan tersebut akan dijalankan oleh dua kapal induk serta empat kapal perang dan sejumlah jet tempur.

Pihak China menyangkal kritik yang dilayangkan terhadap latihan militernya pada Jumat (3/7), dan justru menyebut AS adalah pihak yang mestinya disalahkan atas peningkatan ketegangan yang terjadi.

Lebih lanjut, China mengumumkan pada pekan lalu bahwa Beijing telah menjadwalkan latihan militer mulai 1 Juli dekat Kepulauan Paracel, wilayah yang diklaim oleh China dan Vietnam.

Vietnam dan Filipina sebelumnya juga telah melayangkan kritik atas rencana latihan itu dengan memperingatkan bahwa tindakan itu dapat memperburuk keadaan di kawasan serta berdampak pada hubungan Beijing dengan negara-negara tetangganya.

Dalam sengketa itu, AS menuduh China mempersempit Laut China Selatan dan mencoba mengintimidasi negara-negara di kawasan sekitar yang mungkin ingin mengeksplorasi gas dan minyak yang terdapat di sana.

China mengklaim 90 persen Laut China Selatan --wilayah yang berpotensi kaya akan sumber daya energi, namun Brunei Darussalam, Malaysia, Filipina Taiwan, dan Vietnam juga mengklaim bagian mereka di sana.

Sumber: Reuters



 
Pewarta :
Editor: Hernawan Wahyudono
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar