PT Pelindo IV Kendari datangkan satu unit container crane dari Korsel

id Pelindo IV

PT Pelindo IV Kendari datangkan satu unit container crane dari Korsel

Proses kedatangan container crane di dermaga pelabuhan Pelindo IV Kendari. (ANTARA/HO-Pelindo IV Kendari)

Kendari (ANTARA) - General Manager PT Pelindo IV (Persero) cabang Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), Debby Duakaju mengatakan pihaknya telah mendatangkan satu unit container crane dari  Korea Selatan (Korsel).

Debby mengungkapkan bahwa pengadaan alat tersebut sebagai upaya untuk mendukung proses bongkar muat kontainer di terminal pelabuhan tersebut.

"Untuk meningkatkan kinerja operasional terminal petikemas, PT pelindo IV cabang Kendari melalui investasi internal telah melaksanakan pengadaan satu unit container crane dari Korea," kata Debby saat diwawancara via WhatsApp, Minggu.

Debby mengatakan bahwa container crane tersebut saat ini telah berada di dermaga Pelindo IV Kendari. Namun alat tersebut belum dioperasikan atau difungsikan. Rencananya, kata dia, baru digunakan pada awal Juli 2020.

"Dengan bertambahnya satu unit container crane maka jumlah container crane di pelabuhan kami ada dua unit namun yang dioperasikan baru satu yang lama. Yang datang satu ini nanti Juli dioperasikan, yang eksisting satu jadi sekarang total dua unit (container crane)," ujar Debby.

 
Dua unit container crane di dermaga pelabuhan Pelindo IV Kendari. (ANTARA/HO-Pelindo IV Kendari)


Selain itu, Debby juga mengungkapkan bahwa hingga Mei 2020, pihaknya mencatat telah melakukan kegiatan bongkar muat kontainer mencapai 41.859 teus.

Selain iru, Debby menyampaikan bahwa sejak adanya pandemi COVID-19 cukup mempengaruhi aktifitas di dermaga Pelindo IV, karena terjadinya penurunan kunjungan kapal.

"Meskipun adanya pandemi COVID-19, aktivitas kegiatan bongkar muat di pelabuhan Kendari berjalan seperti biasa, hanya saja dalam masa pandemi ini kegiatan dilaksanakan dengan standar operasionla prosedur (SOP) penanggulangan COVID-19. Misalnya kapal yang akan tambat di dermaga harus dilakukan pemeriksaan  Kantor Kesehatan Pelabuhan atau KKP," pungkasnya.
Pewarta :
Editor: Hernawan Wahyudono
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar