Buton Utara mengidentifikasi potensi desa wisata maritim

id wisata butur

Buton Utara mengidentifikasi potensi desa wisata maritim

Destinasi wisata Desa Lamoahi, Buton Utara (ANTARA/sarjono)

Kendari (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Buton Utara, Provinsi Sulawesi Tenggara, mengidentifikasi potensi wisata maritim yang tersebar di 13 desa/kelurahan untuk ditingkatkan pembangunannya secara bertahap.

Bupati Buton Utara Abu Hasan di Kendari, Minggu, mengatakan 13 desa potensi wisata yang masih minim fasilitas tersebut tersebar pada enam kecamatan.

"Umumnya potensi wisata yang dimaksud adalah wisata maritim, sedangkan wisata sejarah dan budaya juga tidak kalah menjanjikan," kata Abu Hasan.

Potensi wisata di Kecamatan Kulisusu ditemukan di Desa Malalanda, Wasalabose, Banu Banua Jaya, Kadacua dan Linsowu. Di Kecamatan Bonegunu, yakni Desa Langere, Kepisino dan Eensumala.

Selanjutnya, wilayah Kecamatan Kulisusu Utara yakni Desa Lamoahi, Lanosangia, dan Waode Buri, Kecamatan Wakorumba Utara berada di Desa Oengkapala sedangkan Kecamatan Kulisusu Barat terdapat di Desa Mekar Jaya dan Kecamatan Kambowa ada Kelurahan Kambowa.

Pemerintah Buton Utara membentuk komunitas sadar wisata yang tersebar di desa-desa potensial untuk mempercepat penatakelolaan destinasi wisata Buton Utara.

"Mudah-mudahan kelompok peduli wisata mendorong optimalisasi pengelolaan obyek wisata di jazirah Buton Utara agar dikenal hingga mancanegara,” tuturnya.

Pemerintah berkomitmen mendorong peran masyarakat dalam pembangunan kepariwisataan serta meningkatkan nilai manfaat kepariwisataan bagi masyarakat.

“Pembangunan kepariwisataan memerlukan keterlibatan masyarakat, pemerintah serta pihak swasta dalam memajukan sektor kepariwisataan yang ada di Butur,” ujarnya.

Kepala Desa Banu Banua Jaya, Sumarno, mengatakan destinasi wisata potensial yang dapat dikembangkan di desanya adalah mangrove (hutan bakau).

“Kami akan buat jembatan keliling di mangrove. Di tengah-tengah ada tempat berjualan atau istirahat. Kita juga akan siapkan lampu hias malam hari,” katanya.

 
Pewarta :
Editor: Hernawan Wahyudono
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar