Harga cabe di Kendari anjlok menjadi Rp20.000/kg

id Sayur,harga sayur,sultra

Harga cabe di Kendari anjlok menjadi  Rp20.000/kg

Pengecer sayur sayuran Sujiati (46) di pasar tradisional Mandonga, Kota Kendari (Foto:sarjono/ANTARA)

Kendari (ANTARA) - Pandemi virus Corona (Covid19) yang bersamaan dengan musim panen raya mengakibatkan harga penjualan cabe anjlok dari harga sebelumnya Rp60.000/kg menjadi  Rp20.000/kg.

"Ya, yang merasakan kesulitan atau keprihatinan adalah petani lombok dan kami (pengecer) di pasar tradisional ini," kata Sujiati (46), pedagan pengecer sayur sayuran di pasar tradisional Mandonga, Kota Kendari.

Berbeda dengan harga penjualan kebutuhan sayuran, yakni kangkung dan bayam justru mengalami kenaikan signifikan. Saat ini harga kangkung mencapai Rp10.000 per tiga ikat naik dari  hari biasa Rp5.000 per tiga ikat, bahkan Rp1.000 per ikat,  bayam dari Rp2.000 per ikat menjadi Rp5.000 per ikat.

"Lonjakan harga sayur bayam dan kangkung karena musim hujan bersamaan dengan musim panen yang melimpah," kata Sujianti.

Sedangkan harga beras premium meningkat menjadi Rp9.000 per liter dari sebelumnya Rp8.000 per liter.

Penjualan beras jenis Ciliwung yang biasa dikonsumsi juga mengalami peningkatan dari Rp480.000  per karung/50 Kg menjadi Rp520.000.
Kadivre Bulog Sultra Ermin Tora (Foto:sarjono/ANTARA)


Secara terpisah, Kadivre Perum Bulog Sultra Ermin Tora mengatakan stok beras milik Bulog tercatat 5.000 ton yang tersebar pada gudang Bulog tingkat kabupaten/kota se- Sultra.

Gudang Bulog Kota Kendari menyimpang stok 900 ton atau cukup memenuhi permintaan hingga enam bulan ke depan.

"Kebutuhan beras setiap bulan yang dilayani melalui gudang Kendari sebanyak 150 ton. Artinya stok beras 900 ton di gudang Bulog Benua Benua Kendari cukup untuk enam bulan ke depan," kata Ermin.

Perum Bulog menjual beras premiun seharga Rp9.700 per kilogram dalam berbagai kemasan, yakni 5 kilogram, 10 Kg, 15 Kg dan 20 Kg.

Musim panen padi di sentra-sentra produksi Sultra akan berlangsung Mei 2020.









Pewarta :
Editor: Hernawan Wahyudono
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar