Ini catatan 100 hari kinerja Kapolri

id Kapolri

Ini catatan 100 hari kinerja Kapolri

Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Strategis Kepolisian Indonesia (Lemkapi) Edi Hasibuan. (ANTARA)

Jakarta (ANTARA) - Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Pol Drs Idham Azis sampai hari ini sudah menjabat lebih 100 hari. Tepat pada 1 Februari 2020, Kapolri sudah melewati tiga bulan pertama dalam tugasnya sebagai Tri Brata 1 (TB 1), sebutan internal untuk jabatan Kapolri.

Sejak dilantik, penampilan Idham selalu jadi sorotan. Idham dinilai banyak kalangan memiliki leadership atau jiwa kepemimpinan yang sangat terpuji. Idham yang dulu, tetap Idham yang selalu sederhana, lurus dan jujur.

Atas kinerja bagus dan kesederhanaan dan ketauladan serta ketegasannya memimpin institusi Bhayangkara ini, kinerja Idham banyak diapresiasi publik.

Lembaga Kajian Strategis Kepolisian Indonesia (Lemkapi) yang sebagian personel di dalamnya berasal dari peneliti dan akademisi, memberi catatan 100 hari kinerja Kapolri memimpin pasukan baju coklat ini.

Sejak menjabat, Idham Azis selalu menjadi pusat perhatian. Penampilannya selalu sederhana dan tampilan seadanya tapi tegas dan ceplas ceplos dalam memberi perintah.

Foto Idham pada Januari 2020 menjadi foto viral gara gara mengenakan sandal jepit dan makan kue lapis saat mengunjungi rumah orang tuanya di Sulawesi Tengah. Foto unik ini lalu diunggah  ke media sosial oleh Polres Jambi.

Di tempat lainnya, fotonya juga viral saat memberikan uang untuk membeli pakaian kepada anggota yang pakaian seragam dinasnya sudah kusam.
 
Kapolri Jenderal Pol Idham Azis saat ditemui di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Jumat (17/1/2020) (ANTARA News/Fathur Rochman)



Saat berada di Mamuju, Sulawesi Barat, Kapolri mengoreksi anak buahnya, seorang Kapolres yang memiliki gaya hidup berlebihan, juga viral dan banyak dipuji publik. Kapolri meminta Kapolres dan istri membiasakan hidup sederhana.

Orang nomor satu di Polri ini bercerita ada istri Kapolres ketika berada di bandara, semua pintu VIP ditutup dan anggota dibuat sibuk. Ini berbeda jauh dengan dengan ibu negara Iriana Jokowi, saat akan pulang ke Solo cuma didampingi dua pasukan pengamanan presiden (Paspampres) dan menunggu di ruang tunggu biasa bersama masyarakat.

Selain itu, suara emas Kapolri dalam setiap kesempatan bernyanyi selalu menjadi sorotan publik. Salah satu artis kesukaannya adalah Ebit G Ade. Artis senior ini saat didaulat manggung, beberapa kali tampil mengajak Kapolri duet.

Selain menjalankan tugas, kehidupan pribadi Kapolri dan keluarga juga banyak mendapat perhatian publik.

Kapolri memiliki keluarga bahagia. Istrinya bernama Ny Fitri Handari dan memiliki dua anak lelaki, Ilham Urane Azis dan Iksan Asti Azis.

Kedua anaknya, saat ini sedang mengikuti pendidikan di akademi kepolisian (Akpol) dan sebelumnya mereka adalah lulusan terbaik di SMA Taruna Nusantara, Magelang. Bahkan anak Idham pernah menyabet juara Olimpiade di luar negeri mewakili sekolahnya.

Pokoknya, semua sisi kesederhanaan dan ketauladanan keluarga Idham menjadi sorotan media massa dan masyarakat.



Santun
Salah satu tulisan dalam Kompasiana 14 Februari 2020, Devina Halim, sang penulis, mengaku dia adalah seorang warga biasa dan mengaku tidak mengenal Kapolri Idham Azis.

Devina sendiri mengenal Kapolri karena sering melihat wajahnya muncul di televisi. Devina lalu bercerita bagaimana dirinya mengungkapkan simpati atas kesederhanaan dan kesantunan Kapolri saat hadir pada acara di Pusdik Lantas, Korlantas Polri, Serpong, Tangerang.

Devina menceritakan, seusai tampil dalam acara, satu per satu undangan disalami mantan Kabareskrim Polri ini. Tidak hanya perwira tinggi, tapi perwira menengah (pamen) juga ikut didatanginya.

Dalam sambutan, Idham Azis juga kerap kali terlihat selalu memberikan penghormatan kepada setiap seniornya dengan panggilan Abang . "Walau ada senior yang kini jadi anak buah, tapi senior tetap menjadi senior dan harus kita hormati," tambah Idham dalam berbagai kesempatan.

Selain mengedepankan kesantunan dan kesederhanaan, Kapolri tidak henti hentinya mengingatkan kepada seluruh jajaran Polri agar tidak perlu menghadap serta kasak kusuk serta nitip nitip dan datang ke rumah dinas untuk minta jabatan.

Kapolri menyampaikan pesan moral berulangkali agar seluruh jajaran Polri bekerja dengan baik dan tulus melayani masyarakat. Idham menjelaskan hanya dengan kinerja baik, masyarakat akan semakin percaya terhadap Polri.

Kapolri menegaskan rumah dinasnya tertutup bagi kehadiran anggota Polri dan tamu lain yang memiliki motif tertentu.



Konon cerita beberapa staf Kapolri, ada saja kepala polisi daerah (Kapolda) dan perwira tinggi (Pati) Polri yang mencoba datang. Tapi, dengan tegas ditolaknya. Akibatnya, sejauh ini tidak ada lagi Kapolda atau jenderal polisi lainnya yang berani datang ke rumah Kapolri.

Idham meminta urusan dinas cukup dibicarakan di kantor dan tidak perlu datang menghadap apalagi membawa oleh oleh atau cinderamata apa pun kepada Kapolri.

Idham minta Kapolda kerja yang baik. Mantan Kapolda Metro Jaya ini menegaskan Polri butuh polisi yang berkinerja baik. Polri akan mencari anggota Polri yang memiliki kinerja bagus. Penegasan ini pun berulangkali disampaikan Kapolri dalam berbagai kesempatan di hadapan Pati Polri di Mabes Polri.

Sebelumnya Kapolri juga memberi pernyataan yang sama di hadapan Asisten SDM Polri Prof Irjen Eko Indra seusai memberikan penghargaan kenaikan pangkat luar biasa (KPLB) kepada lima anggota Polri berprestasi di bidang olahraga.

Kapolri menegaskan anggota Polri yang berprestasi itu parameternya di atas. Idham mengaku tidak suka dengan anggota yang kasak kusuk dan anggota menghadap cari jabatan.

Dalam berbagai kunjungan kerja Kapolri ke wilayah, Idham Azis juga seringkali mendapat sorotan publik karena menolak disambut dengan upacara berlebihan baik itu di bandara maupun di Polda. Kapolri mengingatkan Kapolda atau Wakapolda cukup yang jemput. Anggota yang lainnya kerjakan tugas seperti biasanya melayani masyarakat.



Begitu juga kamar hotel tidak perlu disiapkan oleh Polda yang bersangkutan. Idham dengan tegas menolak disiapkan fasilitas apa pun dalam kamar. Kapolri mengaku biaya perjalanan dinasnya sudah disiapkan negara.

"Kapolri menolak ada penambahan fasilitas apa pun dalam kamar," ungkap satu staf lainnya.

Sisi humanis Kapolri lainnya saat kunjungan ke wilayah adalah adanya kebiasaan Kapolri berolahraga badminton. Jenis olahraga murah meriah ini nyaris tanpa absen di sela sela kesibukannya saat kunjungan kerja Kapolri ke wilayah.

Hampir setiap kesempatan, Kapolri menyempatkan olahraga dengan anggota dan masyarakat setempat. Kapolri sendiri memiliki stamina yang kuat dan bisa bermain badminton tiga set secara terus menerus.

Pada kesempatan ini, anggota dan masyarakat dengan bebas bisa bicara berbagai hal dengan Kapolri tanpa dibatasi jabatan dan status sosial.

Semoga kesederhanaan, kesantunan dan ketegasan dalam memimpin, Kapolri Idham Azis bisa menularkan keteladanannya kepada seluruh jajaran Polri.

Idham berkomitmen agar kehadiran SDM Polri yang unggul ke depan betul betul dirasakan masyarakat.

Semoga.......

*Penulis adalah pakar hukum kepolisian dan pengajar Pasca Sarjana Universitas Bhayangkara Jakarta.
Pewarta :
Editor: Hernawan Wahyudono
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar