Dinsos Kota Kendari sosialisasi pengurangan risiko bencana dan Puskesos

id Dinsos Kendari

Dinsos Kota Kendari sosialisasi pengurangan risiko bencana dan Puskesos

Sosialisasi pengurangan risiko bencana, bencana sosial dan Pemantapan Pusat Kesejahteraan Sosial (Puskesos) untuk memberikan pemahaman persoalan bencana kepada para camat dan lurah se-Kota Kedari. Sosialisasi ini diselenggarakan oleh Dinsos Kendari, Rabu (13/11/19). (ANTARA/Harianto)

Kendari (ANTARA) - Dinas Sosial (Dinsos) Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) menggelar sosialisasi pengurangan risiko bencana, bencana sosial dan Pemantapan Pusat Kesejahteraan Sosial (Puskesos) untuk memberikan pemahaman persoalan bencana kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) khususnya para camat dan lurah se-Kota Kendari, Rabu.

Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial (Linjamsos), Dinsos Kendari, Saldy mengatakan kegiatan tersebut diselenggarakan untuk memberi pengetahuan kepada para ASN terkait bencana alam, bencana sosial.

"Kita mengharapkan setelah kegiatan ini dapat memberi pengetahuan serta bagaimana koordinasi dari lurah, camat, dan dinas terkait tentang becana alam maupun bencana sosial, sehingga koordinasinya dapat berjalan dengan baik," kata Saldy, di Kendari..

Kabid Linjamsos Dinsos Sultra, Yeni Andrea Jufri mengatakan, Sulawesi Tenggara pada tahun-tahun sebelumnya sering mengalami banjir terutama di Kota Kendari.

"Kita sudah mengetahui titik-titik rawan bencana dan yang tingkat bencananya tinggi jadi kita harus mengantisipasi terjadinya bencana alam dengan tiga tahap baik pada pra bencana, bencana, dan pasca bencana", kata Yeni.
Sosialisasi pengurangan risiko bencana, bencana sosial dan Pemantapan Pusat Kesejahteraan Sosial (Puskesos) untuk memberikan pemahaman persoalan bencana kepada para camat dan lurah se-Kota Kedari. Sosialisasi ini diselenggarakan oleh Dinsos Kendari, Rabu (13/11/19). (ANTARA/Harianto)


Ia juga menambahkan sosialisasi yang diadakan bagi camat dan lurah se-Kota Kendari bertujuan agar para peserta paham bagaimana proses pemberian bantuan agar sesuai dengan Standar Oprasional Prosedur (SOP) yang telah ada.

Sementara itu, Kepala BPBD Kendari, Suhardin mengatakan bahwa Kota Kendari yang terdiri dari 11 kecamatan, 65 kelurahan sudah dipetakkan yang dimana 11 kecamatan itu sudah terdampak banjir, tanah longsor, dan puting beliung.

"Jadi kejadian bencana yang sering terjadi di Kota Kendari itu banjir, longsor, dan puting beliung yang dimana dari data yang diperoleh dari tahun 2013 hingga 2017 kerugiannya hingga 100 miliar berdasarkan laporan dari seluruh kelurahan di Kota Kendari," katanya.

Sosialisasi yang diadakan Dinsos menghadirkan narasumber dari Kabid Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Sultra, Yeni Andrea Jufri, Kepala Badan Penanggulangan Bencara Daerah (BPBD) Suhardin, dan Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kendari, Ridwansyah Taridala.

Kegiatan ini diikuti 76 peserta dari kalangan camat dan lurah se Kota Kendari dengan mengangkat tema "Pelaksanaan pengurangan resiko bencana (PRB), Bencana Sosial, dan Pemantapan Puskesos" yang dibuka oleh Kepala Dinas Sosial, Indra Muhammad di Aula Dinsos Kendari.
Pewarta :
Editor: Hernawan Wahyudono
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar