Cegah pemanasan global, UHO gandeng SKPD se-Sultra

id pemanasan global

Cegah pemanasan global, UHO gandeng SKPD se-Sultra

Rektor UHO, Prof. Muhammad Zamrun Firihu (ketujuh kanan), bersama beberaap Dekan se-universitas tersebut dan beberapa SKPD se-Sultra. (ANTARA/Harianto)

Kendari (ANTARA) - Fakultas Kehutanan dan Ilmu Lingkungan Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari, menggelar Seminar Lokakarya dengan tema Internalisasi adaptasi perubahan iklim ke dalam rencana pembangunan daerah, bersama perguruan tinggi dan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) se-Sultra.

Dekan FHIL UHO, Aminuddin Mane mengatakan, pemanasan global merupakan fenomena alam yang sangat mempengaruhi aktifitas kehidupan manusia dari berbagai sektor, sehingga menjadi perhatian negara karena pemanasan global berkaitan dengan perubahan iklim yang akan berdampak pada masyarakat.

"Karena perubahan pemanasan global akan berkaitan dengan perubahan iklim yang nantinya akan berdampak pada segala aktivitas manusia dalam menyongsong kehidupan, sehingga judul ini kita ambil topik internalisasi, adaptasi perubahan iklim dalam rencana pembangunan daerah," kata Aminuddin Mane, di Kendari, Selasa.



Menurut dia, setiap pembangunan pasti akan berdampak kepada pemanasan global dan otomatis perubahan iklim. Kaitannya dengan sektor kehidupan manusia tadi, lanjutnya, maka dilanjutkan dengan loka karya.

"Kita lanjutkan dengan loka karya untuk bagaimana mengarahkan semua peserta yang diutus masing-masing semua SKPD dari kabupaten dan provinsi untuk menindak lanjuti kegiatan seminar ini, karena berkaitan dengan kebijakan pemerintah dalam perubahan iklim yang kebijakan ini menjadi nomor satu tahun 2019 di Indonesia," katanya.
Rektor UHO, Prof. Muhammad Zamrun Firihu (kedua kamana), bersama beberaap Dekan se-universitas tersebut dan beberapa SKPD se-Sultra. (ANTARA/Harianto). (ANTARA/Harianto)



Ia berharap mitigasi perubahan iklim, dapat mengurangi pemanasan global dan tidak menambah gas-gas rumah kaca.

"Jadi mitigasi perubahan iklim itu bagaimana mengurangi atau bagaimana tidak menambah lagi gas-gas rumah kaca yang karbon monoksida dari industri, kendaraan, sehingga pemanasan global tidak akan terjadi," katanya.

Di tempat yang sama Rektor UHO, Prof. Muhammad Zamrun Firihu mengatkan, bahwa Sultra sudah selangka lebih maju, bisa membuat rencana menghadapi perubahan iklim.

"Sebenarnya bisa diprediksi dan mudah-mudahan dengan di adakan lokarkarya bisa mengambil langkah-langkah yang lebih bagus," katanya.
 
Pewarta :
Editor: Hernawan Wahyudono
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar