Puluhan petani padi di Ranomeeto, Sultra, belum mengikuti asuransi

id AUTP

Puluhan petani padi di Ranomeeto, Sultra, belum mengikuti asuransi

Hamparan sawah petani yang mengalami kekeringan di daerah Kelurahan Ranomeeto, Kecamatan Ranomeeto, Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara. (ANTARA/Harianto)

Konawe Selatan (ANTARA) - Puluhan petani padi di Ranomeeto, Kecamatan Ranomeeto, Kabupaten Konawe Selatan, belum mengikuti asuransi usaha tani padi (AUTP).

Ketua Gapoktam Sri Kembang, Suwantoko (43) saat ditemui di lahan sawah yang sedang mengalami kekeringan di Ranomeeto ,Selasa, mengatakan seluruh petani yang menjadi anggota gapoktanbelum mendaftar di AUTP.

"Belum, kami belum ada yang mendaftar asuransi itu. Gapoktam itu anggotanya sekitar 60 petani," kata Suwantoko.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Konsel Nana Sudarna, saat dihubungi di Kendari mengatakan, pihaknya telah melakukan sosialisasi kepada para petani, namun para petani enggan mendaftar AUTP.

"Kami menyampaikan dari kabupaten sudah ada sosialisasi. Tapi harus petani sendiri yang mendaftar dengan difasilitasi oleh penyuluh. Mungkin ada premi yang harus dibayar Rp36 ribu, akhirnya banyak yang enggan masuk," kata Nana.
Hamparan sawah yang mengalami kekeringan di daerah Kelurahan Ranomeeto, Kecamatan Ranomeeto, Kabupaten Konawe Selatan. (ANTARA/Harianto)


Saat ini sekitar 50 hektare sawah di daerah Ranomeeto Konsel mengalami kekeringan akibat longsornya bendungan Ranoneeto I yang berada di di Desa Langgea, sehingga sistem pengairan terganggu.

Menanggapi hal itu, ia mengatakan pihaknya akan melakukan perbaikan saluran tersier atau saluran-saluran kecil dalam mengatasi kekeringan yang dialami oleh para petani padi tersebut.

"Iya kan ini ada rencana perbaikan saluran di Ranomeeto masuk dalam perubahan anggaran jumlahnya Rp190 juta. Mudah-mudahan tidak ada halangan prosesnya ini mungkin akan di awal Oktober 2019 ini," kata Nana Sudarna.

Nana berharap, para petani padi agar mendaftar di Asuransi Usaha Tani Padi, dengan membayar premi Rp36 ribu per hektare per musim, petani yang sawahnya terkena bencana banjir dan serangan organisme pengganggu tumbuhan (OPT) dapat mengklaim (ganti) Rp6 juta per hektare bila mengalami gagal panen.

AUTP merupakan program yang gencar diterapkan Kementerian Pertanian (Kementan).

AUTP tujuan memberikan perlindungan kepada petani jika terjadi gagal panen sebagai akibat banjir, kekeringan, dan serangan organisme pengganggu tanaman.
Pewarta :
Editor: Hernawan Wahyudono
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar