Di Sampara, BPJN bangun jembatan Bailey

id BPJN

Kepala BPJN XXI Kendari, Yohanis Tulak Todingrara, saat memantau pembuatan jembatan Bailey di Kelurahan Rawua, Kecamatan Sampara, Kabupaten Konawe. (Foto ANTARA/Harianto)

Konawe (ANTARA) - Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) XXI Kendari membangun jembatan darurat di jalan Trans Sulawesi, di daerah Kelurahan Rawua, Kecamatan Sampara, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara  yang amblas sejak awal Juli 2019, akibatnya jalan tersebut ditutup total.

Kepala BPJN XXI Kendari, Yohanis Tulak Todingrara mengatakan, saat ini pihaknya terus berupaya memperbaiki jalan yang amblas tersebut, dengan membangun jembatan darurat Bailey yang nantinya akan mengembalikan fungsi jalan di daerah itu.

"Untuk estimasi awal, penanganan sepanjang 125 meter, kemudian akan dibangun tiang pancang dengan kedalaman kurang lebih 15 sampai 24 meter, kita akan proteksi lalu ditimbun," kata Yohanis di Konawe, Sabtu.

Yohanis juga mengatakan, pembangunan jembatan darurat Bailey akan dibangun sepanjang 60 meter untuk satu lajur dengan estimasi pengerjaan hingga 10 hari ke depan.

"Kita target satu lajur 60 meter, kalau memungkinkan kita pasang dua lajur, satu lajur sepanjang 60 meter kita target satu minggu sampai 10 hari. Namun saat ini kami sedang mendiskusikan dengan Direktur PDAM tentang tumpuannya," kata Yohanis.
Pembuatan jembatan Bailey di Kelurahan Rawua, Kecamatan Sampara, Kabupaten Konawe, oleh BPJN XXI Kendari. (Foto ANTARA/Harianto)


Yohanis juga menjelaskan, pengerjaan jembatan Bailey tersebut akan terselesaikan hingga dua minggu sampai 20 hari kedepan, dan untuk mengatasi pejalan kaki khususnya anak sekolah, pihaknya akan membuat jembatan kayu di sisi kiri jalan Bailey.


"Untuk jangka panjang akan dilakukan pemancangan, kita akan proteksi sepanjang 125 meter, namun jika masih bergerak kita akan perpanjang, Jadi kita pancang kiri kanan, kita proteksi supaya tidak masuk air lagi dari sungai, kemudian akan ditimbun," jelasnya.

Untuk estimasi biaya pembuatan jembatan Bailey tersebut, dirinya belum bisa memberikan keterangan terkait jumlah nominal biaya yang akan digunakan.
Pewarta :
Editor: Hernawan Wahyudono
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar