Pelayanan PDAM di enam kecamatan terganggu akibat pipa bocor

id PDAM,pipa bocor konawe,Jaln trans sulawesi

Pelayanan PDAM di enam kecamatan terganggu  akibat pipa bocor

Direktur Utama PDAM Tirta Anoa Kendari, Damin, saat meninjau pipa yang bocor di Kecamatan Sampara, Kabupaten Konawe, Sultra. (Foto ANTARA/Harianto)

Konawe (ANTARA) - Pipa PDAM yang berada di bawah jalan poros Trans Sulawesi di daerah Kecamatan Sampean, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra) bocor yang mengakibatkan pendistribusian air PDAM dari Intake Pohara menuju penampungan air di Kota Kendari bermasalah dan jalur tersebut tidak dapat dilalui roda empat karena jalan amblas.

Akibat kondisi tersebut, PDAM langsung menghentikan pengaliran air sementara kepada belasan ribu pelanggan air bersih di Kota Kendari Sulawesi Tenggara (Sultra).

Direktur Utama PDAM Tirta Anoa Kendari, Damin, mengtakan jaringan pipa Pohara tercatat ada 16 ribu sambungan air di rumah-rumah warga. Namun adanya tanah yang amblas sehingga memutus pipa jaringan dan membuat distribusi air terhenti total.

"Ada 16 ribu pelanggan PDAM yang tersebar di enam kecamatan di Kota Kendari yaitu Kecamatan Kendari, Kendari Barat, Puuwatu, Mandonga, Kadia dan Kecamatan Wuawua," kata Damin Rabu di Kendari.
Jalan amblas akibat pipa PDAM bocor di Kecamatan Pohara, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara. (Foto ANTARA/Harianto)


Damin juga mengatakan saat ini PDAM Kendari sedang melakukan pembenahan pipa yang terputus, dengan menggali pipa tersebut menggunakan alat berat.

"Saat ini kami dibantu alat berat dari PU untuk menyelesaikan ini, kami menargetkan masalah ini bisa selesai dalam satu atau dua hari," tutup Damin.

Untuk diketahui bocornya pipa PDAM tersebut membuat jalan proros Trans Sulawesi yang menghubungkan antara Sulawesi Tenggara dan Sukawesi Selatan serta Sulawesi Tenggara ke Sulawesi Tengah, amblas sehingga tidak dapat dilalui kendaraan roda empat.

Baca juga: Jalan poros amblas, BPJN Kendari turunkan alat berat
 
Pewarta :
Editor: M Sharif Santiago
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar