Konawe Selatan andalkan empat destinasi wisata

id air terjun moramo

Konawe Selatan andalkan empat destinasi wisata

arsip - WISATA ALAM MORAMO. Sejumlah pengunjung menimmati air terjun di Moramo, Kab Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, Minggu (13/2). Wisata alam moramao tersebut merupakan Kawasan Suaka Margasatwa Tanjung Peropa yang memiliki luas sekitar 38.937 Ha dan menjadi sala satu tempat pilihan untuk berekreasi sambil menikmati alam. FOTO ANTARA/Zabur Karuru/Koz/mes/11.

Kendari (ANTARA) - Kabupaten Konawe Selatan, Provinsi Sulawesi Tenggara memiliki empat destinasi wisata andalan yang menakjubkan untuk dikunjungi wisatawan domestik dan mancanegara.

Kepala Dinas Parawisata Konawe Selatan Subair di Kendari, Selasa, mengatakan pemerintah daerah, DPRD dan penggiat wisata bersinergi membenahi infrastruktur dan sarana pendukung lainnya agar menarik dikunjungi para pelancong.

"Empat destinasi wisata yang dimiliki Konawe Selatan, yakni Air Terjun Moramo, Pulau Hari, Taman Nasional Rawa Aopa dan Desa Wisata Namu eksotis bagi siapa saja yang berkunjung. Orang Konawe Selatan pun masih banyak yang belum berkunjung," kata Subair.

Selain peningkatan jalan menunju destinasi wisata dan sarana pendukung lainnya juga Dinas Pariwisata Konawe Selatan bersinergi dengan penggiat sektor wisata untuk mengedukasi masyarakat tentang pentingnya pembangunan sektor wisata.

"Warga sekitar lokasi wisata harus dididik menjaga kebersihan, pola hidup yang baik, tata krama menerima tamu sehingga terjadi interaksi yang nyaman. Ini penting sehingga para pelancong terkesan dan memutuskan untuk berkunjung kembali," katanya.


Ketua DPRD Konawe Selatan Irham Kalenggo mengatakan selain empat obyek wisata tersebut Konawe Selatan juga memiliki Pantai Senja dan Pulau Lara yang membutuhkan sentuhan penggiat wisata yang inovatif.

"Masyarakat dan pemerintah mengundang wisatawan domestik dan mancanegara untuk mengunjungi distinasi wisata Konawe Selatan. Untuk menjangkau lokasi wisata di Konawe Selatan cukup berkendaraan roda empat dengan waktu tempuh sekitar empat jam. Kalau Pulau Hari dapat menggunakan sarana transportasi kapal," kata Irham.

Ia mengajak pemerintah desa dan Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) untuk memprogramkan pembenahan sarana pendukung lokasi wisata yang bersumber dari dana desa.

"Pemerintah Pusat mengalokasikan dana desa yang cukup memadai untuk membiayai aspek-aspek yang berdampak memberi kesejahteraan kepada warga desa, termasuk membangun potensi wisata," kata politisi Golkar tersebut.



 
Pewarta :
Editor: Hernawan Wahyudono
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar