Baubau dipastikan terima Adipura keempat kalinya

id adipura

ilustrasi (foto Antara)

Kendari (Antaranews Sultra) - Kota Baubau Sulawesi Tenggara dipastikan menerima penghargaan Adipura keempat kalinya? dari Direktorat Jenderal Pengelolaan Sampah, Limbah dan Bahan Beracun Berbahaya, Kementerian Lingkungan Hidup Dan Kehutanan (KLHK) Republik Indonesia.

"Kepastian penerimaan piala Adipura ke empat itu, menyusul adanya surat undangan penganugerahan Adipura yang diterima pihak Dinas Lingkungan Hidup Kota Baubau? pada (10/1)," kata Sekertaris Dinas Lingkungan Hidup Kota Baubau Suarmawati melalui pesan WhatsApp yang diterima, Jumat.

Ia mengungkapkan,? sesuai surat undangan untuk program adipura 2017-2018,? akan diserahkan langsung oleh Wakil Presiden RI Jusuf kalla,? bertempat di Auditorium Soedjarwo Gedung Manggala Wanabakti Jakarta pusat pada Senin 14 Januari 2019 mendatang.

"Baru kemarin kami menerima surat undangan untuk penerimaan piala adipura tahun 2018 rencananya akan diserahkan oleh Wakil Presiden RI,? ungkap Suarmawati.

Ia mengatakan, penerimaan adipura akan langsung dihadiri oleh Wali Kota Baubau, sekertaris daerah,? Ketua DPRD serta sejumlah organisasi perangkat daera (OPD) Kota Baubau.

Dikatakan, beberapa hal yang menjadi penilaian adipura seperti pengelolaan air ruang terbuka hijau, pengelolaan limba B3 namun yang lebih fokus adalah pengelolaan sampah.

"Tahun ini impian Kota Baubau mendapatkan adipura ketegori kencana masih harus tertunda, sebab untuk mendapatkan kategori itu, maka daerah harus memiliki lebih banyak inovasi dalam penyelesaian masalah lingkungan hidup," tutur Suarmawati.

Di Sulawesi Tenggara tidak ada yang mendapat adipura kencana namun hanya adipura biasa, yang mendapat adipura kencana itu hanya Surabaya, Balikpapan, Kudus dan beberapa daerah yang pengelolaan sampahnya sudah bagus.

Atas prestasi itu, Baubau juga dipastikan akan tetap menerima reward berupa Dana Alokas Khusus (DAK) sebesar Rp1 Miliar lebih yang diperuntuhkan untuk pengelolaan sampah di daerah.
Pewarta :
Editor: Hernawan Wahyudono
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar