Menurun, omzet penjualan pakaian bekas

id pedagang pakaian

Ilustrasi

Kendari  (Antaranews Sultra) - Omzet penjualan pakaian bekas impor di sejumlah lokasi di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, terus menurun karena peminat makin berkurang.

Pedagang pengecer pakaian bekas Rahmatsyah (41) di Kendari, Selasa, mengatakan persaingan bisnis pakaian bekas dan pakaian produk industri makin ketat.

"Saya jualan beberapa bulan ke depan hanya untuk menghabiskan stok di gudang. Setelah itu berpikir beralih usaha atau bisnis yang menjanjikan," kata Rahmat.

Beberapa faktor sehingga peminat pakaian bekas menurun, antara lain, kualitas pakaian bekas tidak sesuai harapan dan harga makin bersaing dengan pakaian industri.

Pedagang pakaian bekas lainnya, Sidar? (38) mengatakan pakaian bekas laris di luar kota dengan konsumen dari kalangan petani, nelayan dan pegawai negeri yang juga bertani.

"Kios pakaian bekas di Kota Kendari tidak dapat bersaing. Untuk mengembalikan modal saja sudah sulit sehingga harus jualan di pasar-pasar luar kota," katanya.

Pantauan di sejumlah lokasi penjualan pakaian bekas bahwa konsumen cukup berminat sepatu bekas, tas bekas, topi dan? tali pinggang bekas.

Pelanggan pakaian bekas, Suding (35) mengatakan kualitas pakaian bekas memuaskan namun harus hati-hati memilih karena biasanya cacat.

"Ya, kalau beruntung dapat bekas yang mulus namun harus cermat memilih karena biasanya ada noda atau sobek," ujarnya.




 
Pewarta :
Editor: Hernawan Wahyudono
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar