Rehabilitasi terminal bandara Baubau capai 35,45 persen

id Bandara baubau,batoambari,Rehabilitasi terminal bandara Baubau capai 35,45 persen

ilustrasi (foto Antara)

Baubau (Antaranews Sultra) - Progres rehabilitasi terminal penumpang Bandara Betoambari Kota Baubau, Sulawesi Tengara, dengan anggaran sekitar Rp4,7 miliar dari APBN 2018 mencapai 35,45 persen.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Bandara Betoambari Baubau, La Rano, di Baubau, Jumat, mengatakan, proyek yang mulai dikerjakan pada awal Mei 2018 itu terus dipacu penyelesaiannya karena ada arahan dari pusat akan diresmikan pada November 2018.

"Jadi mereka (kontraktor) setiap hari lembur sampai jam 10 malam agar awal November ini minimal sudah mencapai 90 persen, sehingga disisa pekerjaan penyelesaian Desember sudah bisa selesai," ujarnya.

Adanya hambatan dalam pengerjaan proyek itu sehingga dimulai awal Mei lalu, kata dia, dikarenakan kendala pemindahan maskapai penerbangan ke gedung VIP dengan banyaknya jaringan yang harus dipindahkan.

"Sekitar September ini gedung tempat kedatangan akan kita bongkar lagi untuk dibangun. Jadi tempat untuk kedatangan kita akan gunakan terminal yang sementara berjalan ini," ujar Rano yang juga Plt Kepala Sub Seksi Teknik Operasi Keamanan Pelayanan Darurat Bandara Baubau ini.

Sedangkan pembangunan apron atau landasan parkir pesawat dengan anggaran sebesar Rp8,3 miliar dari APBN, kata dia, progresnya sudah mencapai 35,66 persen dan masih menunggu penyelesaian rekonstruksinya untuk dilakukan pengaspalan.

"Alhamdulilah aspalnya sudah tiba dan kita sudah cek tinggal stok material yang dalam bulan ini selesai. Mungkin bulan depan sudah bisa kita trealmix untuk adakan pengaspalan," katanya, seraya menyebutkan target penyelesaiannya November 2018.

Sedangkan kebutuhan aspal yang akan digunakan untuk pengerjaan landasan parkir pesawat dengan luas 170x63 meter persegi tersebut, kata dia, sebanyak 200 hingga 300 drum.

"Aspal kita datangkan dari Singapore lewat Surabaya baru ke Baubau," ujarnya.

Selain kedua paket proyek tersebut, lanjut Rano, ada pula kegiatan studi Rancangan Teknik Terinci (RTT) sebesar Rp1,5 miliar dan pengerjaan drainase dengan anggaran sekitar Rp900 juta.

(T.A056/B/A025/C/A025) 10-08-2018 07:17:04
Pewarta :
Editor: M Sharif Santiago
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar