Jakarta (Antara News) - Pemerintah Indonesia dan Aljazair sepakat untuk meningkatkan hubungan kerja sama bilateral kedua negara, khususnya di bidang keagamaan, demikian menurut keterangan pers Kementerian Luar Negeri di Jakarta, Senin.
Kesepakatan tersebut dicapai pada pertemuan antara Duta Besar RI untuk Aljazair Safira Machrusah dengan Menteri Agama dan Wakaf Aljazair Mohamed Aissa di kantor Kementerian Agama Aljazair.
Kesepakatan untuk penguatan kerja sama keagamaan itu akan segera ditindaklanjuti melalui pencanangan sejumlah program yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat.
Dubes RI Safira Machrusah mengusulkan kerja sama dalam bentuk pertukaran kunjungan ulama untuk menangkal radikalisme dan fundamentalisme di kedua negara.
Pertukaran kunjungan ulama itu diusulkan mengingat Aljazair dan Indonesia memiliki pengalaman yang hampir sama dalam menghadapi isu terorisme.
"Kita tahu Indonesia sama sekali belum aman dari ancaman terorisme. Karena itu kerjasama dalam menyebarkan Islam moderat antar kedua negara ini sangat strategis," ujar Dubes Safira.
"Kita membutuhkan dukungan dari para ulama Aljazair untuk bersama-sama mendorong penyebaran Islam moderat ke masyarakat di kedua negara," lanjut dia.
Serangan teroris di Indonesia terakhir kali terjadi pada Januari 2016 di ibukota Jakarta, sementara Aljazair hingga saat ini kerap menerima serangan dari kelompok-kelompok teroris, khususnya di wilayah selatan negara itu.
Dalam pertemuan tersebut disepakati bahwa pertukaran kunjungan ulama kedua negara akan dilakukan lebih intensif, terutama untuk menyebarkan Islam moderat dan membendung perkembangan paham-paham radikal.
Menteri Mohamed Aissa mengatakan bahwa Aljazair terus berupaya memerangi terorisme dalam segala bentuk.
"Tentu saja kami sangat mengapresiasi dukungan dan kerja sama melawan terorisme dari Indonesia. Pertukaran kunjungan ulama moderat bisa menjadi salah satu alternatif untuk mencegah pemikiran radikal berkembang di kalangan masyarakat," kata dia.
Bentuk kerja sama keagamaan lainnya yang dibahas dalam pertemuan itu adalah terkait peningkatan kapasitas da'i dan imam di Indonesia melalui pemberian beasiswa kepada mahasiswa Indonesia untuk belajar di Institut Imam yang dikelola Kementerian Agama dan Wakaf Aljazair.
Menteri Aissa mengaku pemerintah Aljazair siap untuk memberikan beasiswa kepada mahasiswa Indonesia yang ingin melanjutkan pendidikannya di lembaga pendidikan yang dikelola oleh kementerian Agama dan Wakaf.
"Aljazair siap memberikan beasiswa untuk calon da'i dan imam Indonesia yang belajar di sini. Saya akan menghubungi instansi-instansi terkait untuk rencana tersebut," ujar dia.
Dalam kesempatan yang sama juga dibahas kerja sama dalam pengelolaan haji dan umroh yang direncanakan melibatkan pihak pemerintah dan biro travel haji dan umrah dari kedua negara.
Selain itu, disinggung pula kembali kerja sama pendidikan tinggi antarkedua negara serta kerja sama di bidang peningkatan pengelolaan wisata religi.
Dubes RI berharap agar Aljazair meningkatkan pengelolaan dan pemeliharaan berbagai situs sejarah Islam sehingga turis dari Indonesia bisa menjadikan Aljazair sebagai destinasi wisata religi baru di kawasan Timur Tengah.

