Kendari, (Antara News) - Kantor Wilayah Kemenag Sulawesi Tenggara menyosialisasikan kurikulum pendidikan agama Islam pada sekolah menengah atas se-Sultra, di Kendari, Sabtu.
Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari tersebut dibuka Kepala Kanwil Kemenag Sultra Rakhman.
Rakhman mengatakan Kemenag selalu berbuat semaksimal mungkin untuk meningkatkan kualitas SDM kepada pengajar PAI di semua tingkatan pendidikan.
"Saya berharap mereka mampu menyimak semua materi yang disajikan dalam kegiatan ini karena kurikulum terjadi perubahan setiap 10 tahun," katanya.
Ia menjelaskan, peserta harus memahami esensial perbedaan kurikulum KTSP dan Kurikulum 2013 dalam rangka peningkatan SDM para pengajar PAI.
"Meskipun banyak perbedaan antara dua kurikulum tersebut, tetapi ada kesamaan dalam implementasi kepada anak didik," katanya.
Dalam memberikan pembinaan kata Rakhman, tidak sebatas kecerdasan intelektual tetapi juga kecerdasan spiriualnya sebagai implementasi agama yang dipelajarinya.
Menurutnya, dana yang dikucurkan Kemenag RI sebesar kurang lebih RP50 triliun, sebagian besar untuk peningkatan SDM pengajar dan para pengawas PAI.
Ketua Panitia, La Ode Halaidi mengatakan tujuan meningatkan kompetensi guru PAI di SMA dalam penguasaan kurikulum adalah meningkatkan kompetensi guru PAI di SMA dalam penguasaan regulasi keagaaman, dan penguasaan terhadap analisis pebelajaran dan mensosialisasikan program pendidikan agama Islam dilingkup Kemenag.
Metode yang dilakukan dalam kegiatan sosialisasi yang berlangsung 26-28 April tersebut adalah diskusi, penyampaian materi dan tanya jawab.
Peserta kegiatan itu dari guru SMA, kepala seksi dan pengawas PAI 12 kabupaten kota di Sultra dengan total 60 orang.