
Kantor BKD Bombana Disegel Massa

"Kalaupun kami tidak layak masuk dalam K1, maka kami berhak mengikuti seleksi penerimaan CPNS melalui K2,"
Bombana, (Antara News) - Kantor Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara, disegel ratusan massa honorer yang tidak lolos dalam seleksi Kategori Pertama.Penyegelan kantor dilakukan sebagai bentuk kekesalan mereka kepada pejabat kepegawaian di daerah itu, karena dinilai telah gagal memperjuangkan nasib para honorer menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). "Kami akan bermalam dikantor ini,"kata Junadi, salah seorang honorer K1 Bombana, saat berorasi di halaman kantor BKD Bombana, Selasa. Junadi menegaskan, pihaknya tidak akan meninggalkan Kantor BKD sebelum ada kejelasan menyangkut nasib honorer K1."Kalaupun kami tidak layak masuk dalam K1, maka kami berhak mengikuti seleksi penerimaan CPNS melalui K2," katanya.Junadin adalah salah seorang honorer di Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Bombana sejak 2005.Menurut Junadi, dalam seleksi honorer terdapat kejanggalan diantaranya ada yang dinyatakan lulus tapi tidak honor sejak Tahun 2005-2006 sesuai ketentuan penerimaan dalam data base."Ini sangat aneh, kami yang benar-benar honor sejak 2005 tidak lolos. Sementara yang baru masuk justru ada namanya pada listing pengumuman K2," kesalnya.Demonstrasi yang dimulai sejak pukul 09.00 Wita ini, berakhir hingga sore sekitar pukul 15.00 Wita. Sejumlah aparat kepolisian Polres Bombana, tampak ikut memantau dan mengamankan jalannya aksi unjuk rasa tersebut.Sementara itu, Kepala BKD Bombana Ridwan, belum dapat dikonfirmasi karena tidak berkantor.Sejumlah sumber menyebutkan, bahwa Ridwan sedang melakukan negosiasi dengan Kemenpan agar K1 Bombana dapat diikutkan dalam seleksi bersama K2.
Pewarta : Jumrad
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
