KPA Kendari Temukan 15 Kasus HIV/Aids

id kpa-aids

Kendari (Antara News) - Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Kendari drg Rahminingrum P mengatakan bahwa sejak Januari hingga Mei 2013 telah ditemukan sebanyak 15 kasus penderita HIV/AIDS di daerah itu.

"Kami melakukan pendataan temuan kasus HIV/AIDS per bulan sehingga kita bisa melihat trennya dalam setahun, bulan berapa saja ditemukan kasus terbanyak," kata Rahminingrum di Kendari, Rabu.

Ia menyebutkan pada Januari 2013 ditemukan satu kasus, Februari ditemukan tiga kasus, Maret ditemukan lima kasus, April ditemukan tiga kasus dan Mei ditemukan tiga kasus. "Jumlah kasus HIV/AIDS yang ditemukan tersebut sama dengan yang ditemukan pada tahun 2012 pada periode yang sama yakni 15 kasus," katanya.

KPA Kota Kendari, kata dia, dalam menanggulangi penyebaran virus tersebut membagi empat tahapan atau langkah, yakni memperkuat kelembagaan KPA, mulai dari tingkat kota, kecamatan hingga tingkat kelurahan.

"Kedua, memisahkan atau mengelompokkan masyarakat yang berisiko terjangkit virus HIV/AIDS dan mereka sudah terjangkit virus HIV/AIDS. Ketiga, membuat program penanganan terhadap masyarakat masyarakat yang berisiko dan keempat, membuat program penanganan terhadap mereka yang sudah terjangkit virus HIV/AIDS," katanya.

Disebutkan bahwa kelompok masyarakat yang berisiko tinggi terjangkit virus HIV/AIDS seperti pekerja seks dan tempat-tempat hiburan malam. "Terhadap mereka yang sudah terjangkit, dilakukan pendampingan dengan terus membimbing dan mengarahkan mereka agar secara rutin memeriksa kesehatan di rumah sakit Provinsi Sultra yang sudah memberikan pelayanan kesehatan terhadap pengidap virus HIV/AIDS," katanya.

Seperti diketahui Acquired Immunodeficiency Syndrome atau Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS) adalah sekumpulan gejala dan infeksi yang timbul karena rusaknya sistem kekebalan tubuh manusia akibat infeksi virus HIV (Human Immunodeficiency Virus) yaitu virus yang memperlemah kekebalan pada tubuh manusia.
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar