Kendari (ANTARA News) - Administrator Pelabuhan (Adpel) Kendari melarang seluruh kapal penumpang yang tidak memenuhi persyaratan pelayaran keselamatan untuk beroperasi.
"Kami sudah menyurati semua perusahaan kapal yang ada di Sultra bila mana ada kapal yang beroperasi tidak memenuhi syarat-syarat keselamatan, akan diberi sanksi," kata Kepala Kantor Adpel Kendari, Irianto Dahlan, usai mengikuti rapat gabungan dengan Dinas Perhubungan Sultra terkait antisipasi arus mudik lebaran tahun ini di Kendari, Senin.
Rapat teknis gabungan yang dipimpin Kadis Perhubungan Sultra, Burhanuddin H.S. Noy itu dihadiri seluruh kepala kantor dan instansi terkait, seperti PT Pelindo, SAR, Adpel, Pelni, BMKG, dan para kepala UPTD Pelabuhan dan ASDP yang ada di Sultra.
Menurut Irianto, syarat setiap perusahaan kapal bisa dikatakan berlayar bila memenuhi semua kriteria yang ditetapkan seperti harus memiliki alat komunikasi, pelampung sesuai dengan jumlah penumpang yang dimuat, dan terakhir apakah layak tidaknya kapal itu masih beroperasi.
"Bila semua persyaratan itu tidak dimiliki, jangan coba-coba perusahaan kapal itu untuk melakukan pelayaran. Hal ini tujuannya adalah untuk keselamatan dan keamanan penumpang," katanya.
Ia menambahkan, untuk kegiatan pengawasan bagi kapal berlayar, pihaknya akan mendirikan posko disejumlah lokasi tertentu.
Yang pasti, lanjut Irianto, bahwa posko induk itu akan dirikan di pelabuhan Nusantara Kendari mulai H-8 menyambut Lebaran hingga H+7 sesudah Idulfitri.
Ia menyebutkan di Kota Kendari sedikitnya ada tiga pelabuhan yang dinilai paling ramai aktivitas pemberangkatan maupun kedatangan kapal penumpang, yakni pelabuhan pangkalan Nusantara, pangkalan perahu Kendari, dan pangkalan Pelabuhan Sentral Kendari.
Pelabuhan pangkalan Nusantara, misalnya, tercatat ada 10 kapal penumpang yang menggunakan jasa pelabuhan itu, yakni MV Ekspress Bahari, MV.Ekspress Cantika 99, MV Cantika 168, MV Cantika Inova, KM Sagori Ekspress 02, KM Sagori Ekspress 03, MV Cantika Anugrah, MV Cantika 89, KM Bima Utama Perintis, dan KM Tilongkabila.
"Dari 10 kapal penumpang itu trayeknya dari dan ke Kendari-Raha-Baubau dan kembali Baubau-Raha-Kendari," kata Irianto.
Sementara itu, di pelabuhan pangkalan perahu Kendari ada empat kapal dengan tujuan dari dan ke Kendari-Waode Buri-Wanci dan Kendari-Bungku (Sulawesi Tengah) dengan nama kapal, KM Agil Permai, KM Aksar Saputra-07, KM Aksar Saputra-03, dan KM Chaerul Jaya.
Di Pelabuhan Sentral Kota Kendari juga ada empat kapal penumpang yakni KMP Ariwangan tujuan Kendari-Langara, KM Wawonii-02 tujuan Kendari-Langara, KM Lamboy juga tujuan Kendari-Langara dan KM Fadlin Indah tujuan Kendari-Salabangka (Sulawesi Tengah).
"Syukur alhamdulillah kendala teknis dilapangan hingga saat ini belum ada. Tentu kita berharap hingga puncak arus mudik dan arus balik pun tetap lancar dan aman," katanya.
Kadis Perhubungan Sultra, Burhanuddin H.S. Noy, mengharapkan kepada seluruh jajaran teknis perhubungan untuk saling melakukan berkoordinasi dalam tugas masing-masing.
"Saya kira tujuan kita semua sama, yakni bekerja sesuai dengan tupoksi masing-masing dengan harapan memberi pelayanan yang sebaik-baiknya kepada masyarakat, terutama yang akan mudik Lebaran dan begitu pula balik Lebaran tiba ditujuan dengan lancar dan aman," katanya. (ANT).

