Sentani (ANTARA News) - Bupati Jayapura, Provinsi Papua, Habel Melkias Suwae, meminta gerakan wajib tanam kakao sebagai program primadona pemerintah daerah untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat, dilanjutkan oleh pemimpin yang akan menggantikan dirinya kelak.
"Program ini saya lanjutkan dari bupati yang lama, saya berharap kepada siapa pun yang terpilih nanti juga bisa melanjutkan program ini," kata Suwae yang akan mengakhiri masa jabatannya sebagai Bupati Jayapura pada 22 Desember 2011 itu, di Sentani, Jumat.
Dia mengatakan, guna mewujudkan visi misi pemerintah di daerah ini yaitu terwujudnya masyarakat Kabupaten Jayapura dalam memenuhi kebutuhan dasarnya, berbagai kebijakan diambil, seperti gerakan wajib tanam kakao, kemudian ternak sapi, gerakan tanam jeruk, usaha keramba ikan baik laut maupun danau, dan beberapa program lainnya.
Dikatakan, semua jenis usaha ini merupakan tabungan yang dipersiapkan oleh pemerintah terhadap warga di kabupaten yang terkenal dengan pemberdayaan kampung ini, jika otonomi khusus (Otsus) bagi masyarakat di ujung timur Indonesia ini berakhir nanti.
Menurutnya, saat ini masyarakat Papua dan Kabupaten Jayapura pada khususnya masih dijamin dengan dana Otsus, namun jika sudah berakhir nanti apa yang menjadi tumpuan mereka, kalau tidak dipersiapkan dari sekarang.
"Apakah masyarakat akan kembali pada zaman di mana mereka hanya tinggal menunggu belas kasihan dari pemerintah, kalau tidak mereka mendatangi pemerintah untuk minta bantuan. Itu bukan masanya lagi, masyarakat harus diajak bekerja keras dengan bantuan dana dan pendampingan," terangnya.
Bupati Suwae menuturkan, berbagai kebijakan yang dicanangkan pemerintah daerah itu, adalah merupakan "Otsus baru" yang tidak dalam bentuk uang tetapi program nyata, guna udilanjutkan bila Otsus berakhir.
Program gerakan wajib tanam kakao yang dimulai sejak 2006 melalui Peraturan Bupati Nomor: 1/2006, sengaja dipilih oleh pemerintah daerah, karena tanah masyarakat tersedia, pemerintah hanya menyiapkan dana beserta bibit.
"Pemerintah menyiapkan dana dengan bibit, masyarakat tinggal melaksanakan. Meskipun memerlukan waktu dan tenaga yang ekstra, tetapi untuk masa depan yang cemerlang," katanya. (Ant)

