Rumbia (ANTARA News) - Bupati Bombana, Sulawesi Tenggara, Tafdil, meminta seluruh anggota Persatuan Guru Republi Indonesia (PGRI) di daerah itu untuk mendukung program Gerakan Membangun Atas Ridha Allah (Gembira).
"Percepatan pembangunan di Bombana telah dirangkum melalui pendekatan program Gembira yang terdiri atas Gembira Desa/Kelurahan, Gembira Kecamatan dan Gembira Kota," kata Tafdil di Rumbia, Selasa.
Dalam program tersebut, katanya, pemerintah daerah menitikberatkan visi, misi dan arah kebijakan pendidikan yang dapat menjamin terciptanya kualitas sumber daya manusia yang mampu hidup mandiri sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan tekhnologi.
"Penciptaan sumber daya manusia yang berkualitas dan mampu hidup mandiri tersebut dapat terwujud melalui program Gembira Pendidikan," katanya.
Program Gembira Pendidikan itu, kata Tafdil, meliputi penyelenggaraan sertifikasi pendidik berdasarkan kualifikasi akademik dan kompetensi, pemenuhan hak dan kewajiban guru sebagai tenaga profesional, penyelenggaraan kebijakan strategis dalam pengangkatan, penempatan, dan pemberhentian.
"Pemberhentian guru harus disesuaikan dengan kebutuhan baik jumlah, kualifikasi akademik maupun kompetensi yang dilakukan secara merata, obyektif dan transparan untuk menjamin keberlangsungan pendidikan," katanya.
Selanjutnya, kata Tafdil, pemberian penghargaan dan jaminan perlindungan terhadap guru, peningkatan dan pembinaan terhadap profesi guru, juga merupakan bagian dari program Gembira pendidikan.
"Oleh karena itu, kita berharap PGRI Bombana sebagai mitra pemerintah dapat memposisikan dirinya sebagai tulang punggung pendidikan dan berkontribusi positif terhadap pembangunan daerah melalui peningkatan kualitas sumberdaya manusia di daerah ini," katanya.
Menurut Tafdil, suksesnya pembangunan di daerah ini, tidak lepas dari peran semua pemangku kebijakan, termasuk guru sebagai salah satu tenaga profesi.
"Kalau guru berbuat yang tidak baik, bisa berakibat terjadinya kecatatan dalam proses pembentukan pola pikir, pengasahan hati, dan pembiasaan prilaku sosial peserta didik," katanya. (Ant).

