Penguatan koordinasi pasca persalinan dengan metode "4W+1H"
Minggu, 19 Mei 2024 7:00 WIB
Kegiatan Penguatan Koordinasi pendampingan ibu hamil dan pasca melahirkan diselenggarakan BKKBN Sultra. (Antara/HO-Humas BKKBN Sultra)
Kendari (ANTARA) - BKKBN Propinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) dengan Tim kerja tengah menggagas metode "4W+1H" terkait program pendampingan ibu hamil pasca melahirkan dalam rangka penurunan stunting 2024.
Metode 4W1H dimaksud adalah What “APA” dimana
Tim Kerja Akses Kualitas Layanan, Keluarga Berencana & Kesehatan Reproduksi (AKL KB & Kespro) terkait penyelenggaraan pertemuan penguatan dan koordinasi pendampingan ibu hamil dan pasca persalinan.
"Kegiatan pendampingan ibu hamil dan pasca persalinan itu di laksanakan di salah satu hotel di Kendari pada 5-7 Mei 2024," ujar Muslimin Plh.Kepala Perwakilan BKKBN Sultra.
Kemudian Who “SIAPA” Peserta pertemuan ini antara lain, Kepala Bidang KB dan Administrator Pengelola Aplikasi Elsimil OPD KB Kabupaten/kota se-Provinsi Sulawesi Tenggara
Where “TEMPAT” Kegiatan Pertemuan dilaksanakan di salah satu hotel di Kota Kendari pada tanggal 5-7 Mei 2024.
Why “MENGAPA” KB Pasca persalinan merupakan upaya BKKBN untuk menekan kelahiran bayi stunting baru. Dalam rangka menjarangkan kehamilan, mengatur jarak kelahiran, dan untuk menurunkan angka kematian ibu dan anak
Penting untuk memastikan bahwa Tim Pendamping Keluarga bekerja untuk mensosialisasikan KB Paska Persalinan pada kegiatan kegiatan pendampingan baik pendampingan catin, ibu hamil dan pasca persalinan.
Ia menyebutkan, capaian pelayanan KB pasca Persalinan di Sultra tahun 2023 memberikan hasil yaitu 66,8 persen dengan akseptor 34.180 orang, dengan capaian kinerja pada 150 persen.
KB pasca persalinan merupakan upaya BKKBN untuk menekan kelahiran bayi stunting baru. Dalam rangka menjarangkan kehamilan, mengatur jarak kelahiran, dan untuk menurunkan angka kematian ibu dan anak.
Dan HOW “BAGAIMANA” Pimpinan BKKBN Provinsi Sulawesi Tenggara, berkomitmen untuk menurunkan prevalensi angka stunting pada tahun 2024 sebesar 14 persen.
Ketua Tim Kerja AKL KB & Kespro berharap melalui pertemuan ini dengan dukungan berbagai mitra kerja maka target percepatan penurunan stunting akan dapat dengan mudah dicapai.
KB pasca persalinan merupakan salah satu upaya pendukung dan sesuai dengan arah kebijakan BKKBN yaitu dengan meningkatkan akses dan kualitas penyelenggaraan KB .
Paska persalinan yang komprehensif akan menurunkan angka stunting. Selain dari pada itu manfaat KB pasca persalinan ialah penyiapan kehamilan yang berkualitas dan penyelenggaraan pelayanan kontrasepsi segera setelah ibu melahirkan atau pada saat masa nifas.
Narasumber pada pertemuan ini antara lain Ketua PD IBI Provinsi Sulawesi Tenggara, Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tenggara dan Admin Elsimil Tk Provinsi Sulawesi Tenggara
Metode 4W1H dimaksud adalah What “APA” dimana
Tim Kerja Akses Kualitas Layanan, Keluarga Berencana & Kesehatan Reproduksi (AKL KB & Kespro) terkait penyelenggaraan pertemuan penguatan dan koordinasi pendampingan ibu hamil dan pasca persalinan.
"Kegiatan pendampingan ibu hamil dan pasca persalinan itu di laksanakan di salah satu hotel di Kendari pada 5-7 Mei 2024," ujar Muslimin Plh.Kepala Perwakilan BKKBN Sultra.
Kemudian Who “SIAPA” Peserta pertemuan ini antara lain, Kepala Bidang KB dan Administrator Pengelola Aplikasi Elsimil OPD KB Kabupaten/kota se-Provinsi Sulawesi Tenggara
Where “TEMPAT” Kegiatan Pertemuan dilaksanakan di salah satu hotel di Kota Kendari pada tanggal 5-7 Mei 2024.
Why “MENGAPA” KB Pasca persalinan merupakan upaya BKKBN untuk menekan kelahiran bayi stunting baru. Dalam rangka menjarangkan kehamilan, mengatur jarak kelahiran, dan untuk menurunkan angka kematian ibu dan anak
Penting untuk memastikan bahwa Tim Pendamping Keluarga bekerja untuk mensosialisasikan KB Paska Persalinan pada kegiatan kegiatan pendampingan baik pendampingan catin, ibu hamil dan pasca persalinan.
Ia menyebutkan, capaian pelayanan KB pasca Persalinan di Sultra tahun 2023 memberikan hasil yaitu 66,8 persen dengan akseptor 34.180 orang, dengan capaian kinerja pada 150 persen.
KB pasca persalinan merupakan upaya BKKBN untuk menekan kelahiran bayi stunting baru. Dalam rangka menjarangkan kehamilan, mengatur jarak kelahiran, dan untuk menurunkan angka kematian ibu dan anak.
Dan HOW “BAGAIMANA” Pimpinan BKKBN Provinsi Sulawesi Tenggara, berkomitmen untuk menurunkan prevalensi angka stunting pada tahun 2024 sebesar 14 persen.
Ketua Tim Kerja AKL KB & Kespro berharap melalui pertemuan ini dengan dukungan berbagai mitra kerja maka target percepatan penurunan stunting akan dapat dengan mudah dicapai.
KB pasca persalinan merupakan salah satu upaya pendukung dan sesuai dengan arah kebijakan BKKBN yaitu dengan meningkatkan akses dan kualitas penyelenggaraan KB .
Paska persalinan yang komprehensif akan menurunkan angka stunting. Selain dari pada itu manfaat KB pasca persalinan ialah penyiapan kehamilan yang berkualitas dan penyelenggaraan pelayanan kontrasepsi segera setelah ibu melahirkan atau pada saat masa nifas.
Narasumber pada pertemuan ini antara lain Ketua PD IBI Provinsi Sulawesi Tenggara, Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tenggara dan Admin Elsimil Tk Provinsi Sulawesi Tenggara
Pewarta : Azis Senong/Sahar
Editor : Abdul Azis Senong
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
IPeKB Sultra gelar jambore penyuluh KB suarakan percepat turunkan stunting
05 November 2025 11:56 WIB
BKKBN Sultra perkuat kampung keluarga berkualitas lewat orientasi lintas sektor
28 October 2025 11:23 WIB
Terpopuler - Seputar Sultra
Lihat Juga
PT CNI percepat mitigasi lingkungan dan perkuat sinergi masyarakat di Lapao-pao Kolaka
06 May 2026 18:45 WIB