Kendari (ANTARA) - Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) bersama Dinas Pengendalian Penduduk dan KB Kabupaten Buton memperkuat peran Tim Pendamping Keluarga (TPK) melalui kegiatan Re-orientasi dengan fokus materi Zero Dose Immunization.
Kegiatan ini dilaksanakan di Sanggar Kegiatan Belajar Kabupaten Buton dan diikuti oleh 100 orang anggota TPK. Inisiatif ini merupakan upaya strategis untuk mempercepat penurunan angka stunting di daerah tersebut.
Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan KB Kabupaten Buton, yang membuka acara secara resmi, menyatakan pentingnya peningkatan kapasitas TPK sebagai garda terdepan dalam mewujudkan generasi berkualitas.
"Melalui kegiatan ini, diharapkan Tim Pendamping Keluarga dapat bekerja lebih optimal dalam mendeteksi dan mendampingi keluarga berisiko stunting serta berkontribusi pada peningkatan cakupan imunisasi dasar di Kabupaten Buton," katanya.
Sekretaris Perwakilan BKKBN Sultra, bersama tim dan perwakilan dari Bank Dunia melalui program INEY (Investing in Nutrition and Early Years), turut hadir dalam kegiatan yang bertujuan meningkatkan pengetahuan, sikap, dan keterampilan TPK.
Materi utama dalam re-orientasi ini adalah penguatan pemahaman mengenai zero dose immunization, yaitu anak yang belum mendapatkan imunisasi sama sekali, yang merupakan salah satu faktor risiko tinggi stunting.
Sejumlah narasumber dihadirkan, termasuk Emil dari Dinas Kesehatan Kabupaten Buton, serta fasilitator dari Kementerian Kesehatan, Andi Khaerani Syahriani Hakim, yang membawakan materi Komunikasi Antar Pribadi.
Selain itu, Drs. Faidha Widyaiswara Ahli Madya BKKBN Sultra, dan dua Penyuluh KB Kabupaten Buton, Sutrisno, S.Sos. dan Sarlin, S.Pd.I., turut memberikan pendampingan dalam sesi pelatihan lapangan.
Diharapkan dengan peningkatan kapasitas ini, TPK dapat menjadi garda terdepan dalam mewujudkan keluarga sehat, bebas stunting, dan generasi yang berkualitas di Buton.

