
BKKBN Sultra tinjau pelaksanaan Pekan Genting di Konawe

Kendari (ANTARA) - Dalam rangka memperkuat pelaksanaan Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting), Tim Kerja Hubungan Antar Lembaga Advokasi Komunikasi Informasi Edukasi dan Kehumasan (Halakiemas) Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Tenggara melakukan kunjungan lapangan ke Kabupaten Konawe, untuk meninjau langsung kinerja Penyuluh Keluarga Berencana (PKB) dan Petugas Lapangan Keluarga Berencana (PLKB).
Kegiatan yang dipusatkan di Balai Penyuluh KB Kecamatan Unaaha tersebut dihadiri oleh sembilan penyuluh KB dari sejumlah kecamatan sekitar ibu kota Kabupaten Konawe.
Ketua Tim Kerja Halakiemas, Mustakim, dalam arahannya menjelaskan bahwa Pekan Genting merupakan bagian dari kampanye edukasi nasional yang digagas BKKBN Pusat untuk mendorong percepatan penurunan angka stunting di Indonesia.
“Pekan Genting ini adalah Pekan Edukasi Genting, di mana setiap Tim Pendamping Keluarga (TPK) secara serentak pada minggu ketiga dan keempat September melaksanakan edukasi kepada enam Keluarga Risiko Stunting (KRS) di wilayah masing-masing,” ujar Mustakim.
Ia menambahkan, tugas PKB dan PLKB adalah memastikan seluruh TPK di wilayah tugasnya aktif memberikan edukasi terkait pencegahan stunting serta mengisi tautan pelaporan yang telah disiapkan oleh BKKBN Pusat.
Lebih lanjut, Mustakim mengatakan sebelumnya kegiatan serupa telah dilaksanakan oleh Tim Halakiemas ke sejumlah kabupaten lainnya, yakni Kabupaten Kolaka (18/9), Kabupaten Konawe Selatan (22/9), dan Kabupaten Bombana (23/9).
“Meski hanya empat kabupaten yang bisa kami kunjungi secara langsung, kegiatan edukasi Pekan Genting ini wajib dilaksanakan oleh seluruh kabupaten/kota di Sulawesi Tenggara,” tegas Mustakim.
Ia juga mengimbau kepada daerah yang mengalami kendala teknis atau belum memahami pelaksanaan kegiatan agar segera berkoordinasi melalui WhatsApp atau telepon dengan Perwakilan BKKBN Sultra, khususnya Tim Kerja Halakiemas.
Gerakan Genting merupakan bagian dari strategi nasional percepatan penurunan stunting yang menekankan peran aktif keluarga dan masyarakat dalam mencegah lahirnya generasi yang mengalami gangguan pertumbuhan.
Pewarta : M Sharif Santiago
Editor:
Zabur Karuru
COPYRIGHT © ANTARA 2026
