Logo Header Antaranews Sultra

Imigrasi tingkatkan pengawasan oranga asing lewat pembentukan Timpora di Bombana

Sabtu, 9 Mei 2026 12:16 WIB
Image Print
Pelaksanaan rapat pembentukan Timpora di Bombana, Sulawesi Tenggara. (ANTARA/HO- Imigrasi Kendari)

Kendari (ANTARA) - Kantor Imigrasi Kelas I TPI Kendari melaksanakan kegiatan Pembentukan dan Rapat Koordinasi Tim Pengawasan Orang Asing (TIMPORA) di Kabupaten Bombana sebagai langkah strategis dalam memperkuat pengawasan terhadap keberadaan dan aktivitas warga negara asing di Wilayah Bombana dengan tema “Peran TIMPORA dalam Menjaga Stabilitas Keamanan Daerah melalui Pengawasan Orang Asing dan Pencegahan TPPO/TPPM”.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya antisipasi dini terhadap meningkatnya potensi masuknya warga negara asing seiring dengan berkembangnya kawasan industri di Kabupaten Bombana, termasuk sektor industri strategis yang diproyeksikan akan menyerap tenaga kerja lokal dan tenaga kerja asing.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Kendari, Muhammad Novrian Jaya, dalam keterangannya menegaskan bahwa keberadaan TIMPORA memiliki peran penting sebagai garda terdepan dalam pengawasan orang asing di daerah.

“TIMPORA merupakan wadah koordinasi lintas instansi yang memiliki peran strategis dalam melakukan pengawasan terhadap keberadaan dan kegiatan orang asing. Melalui sinergi antar instansi, pengawasan dapat dilakukan secara lebih efektif, maksimal, dan tepat sasaran,” ujarnya.

Selain itu, Muhammad Novrian Jaya menyampaikan komitmen Imigrasi dalam mendekatkan pelayanan kepada masyarakat melalui program Imigrasi untuk Rakyat.

“Melalui program Imigrasi untuk Rakyat, kami akan menghadirkan IKENI LAPAK (Imigrasi Kendari Layanan Paspor antar Kabupaten) sebagai layanan jemput bola. Mengingat jarak tempuh Kota Kendari ke Kabupaten Bombana yang cukup jauh, sekitar 4 jam dengan jarak kurang lebih 160 km, kami ingin memastikan masyarakat tetap mendapatkan pelayanan keimigrasian tanpa harus menempuh perjalanan jauh ke Kota Kendari,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Sulawesi Tenggara, Ganda Samosir, yang hadir sebagai narasumber dalam kegiatan tersebut, menegaskan bahwa pengawasan orang asing tidak dapat dilakukan secara parsial.

“Pengawasan orang asing merupakan tanggung jawab kami, namun tidak dapat dilaksanakan secara sendiri. Diperlukan keterlibatan seluruh elemen pemerintah dan masyarakat melalui sinergi dan koordinasi yang kuat agar pengawasan dapat berjalan secara optimal. Dengan kolaborasi yang solid, setiap potensi pelanggaran dapat diantisipasi sejak dini,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap potensi tindak pidana yang melibatkan mobilitas orang, khususnya Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dan Tindak Pidana Penyelundupan Manusia (TPPM).

“Kita harus meningkatkan kewaspadaan terhadap praktik TPPO dan TPPM. Jangan sampai masyarakat menjadi korban. Oleh karena itu, diperlukan peran aktif seluruh elemen, baik pemerintah, aparat penegak hukum, maupun masyarakat dalam mengenali potensi dan indikasi terjadinya tindak pidana tersebut. Melalui sinergi dan koordinasi yang baik, diharapkan upaya pencegahan dapat dilakukan secara maksimal,” ungkapnya.

Wakil Bupati Bombana, Ahmad Yani, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas terbentuknya TIMPORA serta mengucapkan terima kasih kepada Kantor Imigrasi Kelas I TPI Kendari atas partisipasinya dalam menghadirkan pelayanan keimigrasian di wilayah Kabupaten Bombana.

“Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi atas terbentuknya TIMPORA di Kabupaten Bombana. Dengan terbentuknya TIMPORA ini, koordinasi lintas instansi dalam pengawasan orang asing dapat dilaksanakan secara lebih efektif, terintegrasi, dan tanpa hambatan, sehingga pengawasan dapat berjalan optimal. Kami juga berterima kasih kepada Kantor Imigrasi Kelas I TPI Kendari yang akan membuka layanan keimigrasian di daerah kami. Pemerintah daerah akan memfasilitasi pelayanan tersebut melalui Mall Pelayanan Publik, sehingga masyarakat Kabupaten Bombana tidak perlu lagi mengeluarkan biaya besar untuk pergi ke Kendari, cukup dengan datang ke Mall Pelayanan Publik,” ujarnya.

Ia berharap keberadaan TIMPORA dapat memberikan dampak nyata bagi daerah Kabupaten Bombana.

“Kami berharap tim ini dapat memberikan manfaat nyata dalam menjaga stabilitas keamanan daerah serta memperkuat pengawasan orang asing, khususnya di wilayah Kabupaten Bombana,” tambahnya.

Dengan terbentuknya TIMPORA, diharapkan koordinasi lintas sektor semakin solid dalam menghadapi dinamika masuknya warga negara asing, sekaligus menjaga stabilitas keamanan daerah di tengah percepatan pembangunan di Kabupaten Bombana. Hal ini juga sejalan dengan arahan Direktur Jenderal Imigrasi, Hendrasam Marantoko, melalui program Imigrasi untuk Rakyat, yang menekankan pentingnya kehadiran layanan keimigrasian yang adaptif, responsif, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.



Pewarta :
Editor: Zabur Karuru
COPYRIGHT © ANTARA 2026