Kolaka, Sultra (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kolaka meyakini program kampung nelayan merah putih (KNMP) di Kampung Bajo Anaiwoi, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara, memberikan dampak positif bagi nelayan mulai dari kesejahteraan hingga penguatan ekonomi di pesisir.
"Kampung nelayan ini bertujuan untuk mentransformasikan kampung nelayan menjadi kampung modern agar dapat meningkatkan kesejahteraan nelayan dan masyarakat di sekitarnya," kata Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kolaka Agus Salim Pamus saat ditemui di Kolaka, Sultra, Selasa.
Agus menyebutkan bahwa saat ini progres pembangunan KNMP tersebut sudah mencapai 75 persen dari 11 bangunan yang akan dilengkapi berbagai sarana dan prasarana penting untuk mendukung kegiatan nelayan di wilayah itu.
Fasilitas untuk mendukung kegiatan nelayan disediakan yaitu, mulai dari sarana produksi, kapal, alat tangkap, pabrik es, tempat penampungan ikan, kantor koperasi, tempat pengelolaan, bengkel, tempat perbaikan alat tangkap, dan beberapa fasilitas lainnya.
"Yang sudah itu kantornya, pabrik es, shelter perbaikan jaring, toilet, bengkel nelayan, tambatan perahu. Dan, insya Allah semuanya akan rampung di bulan Desember ini sesuai dengan target yang telah ditentukan," katanya.
Ia menambahkan bahwa dengan adanya fasilitas-fasilitas tersebut, diharapkan 289 nelayan di Kelurahan Anaiwoi bisa lebih produktif dan sejahtera.
Sebelumnya, Bupati Kolaka Amri mengharapkan kehadiran kampung nelayan tersebut mengembangkan potensi ikan dan teripang.
"Kalau kita bicara ketahanan pangan sama dengan pertanian dalam arti luas, salah satunya itu sektor perikanan. Dengan segala potensi yang ada di sana kita berharap masyarakat di situ, dengan kampung nelayan merah putih itu bisa lebih mandiri dari sisi ekonomi," katanya.
Nantinya, katanya, semua hasil tangkapan masyarakat di kampung nelayan tersebut masuk ke koperasi merah putih, yang juga ada di wilayah tersebut.
Ia menjelaskan koperasi merah putih nanti berstatus sebagai penyuplai, yakni badan usaha yang menyediakan barang dan jasa kepada bisnis lain untuk digunakan dalam proses produksi atau dijual kembali.
"Jadi, dia nanti yang bisa menjual ini ke mana-mana. Kerja sama dengan perusahaan dan kerja sama dengan yang membutuhkan," ujarnya.

