Kendari (ANTARA) - Wakil Gubernur (Wagub) Sulawesi Tenggara (Sultra) Hugua mengemukakan transformasi Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari menjadi Universitas Islam Negeri (UIN) Kendari memperkuat peran provinsi berjuluk "Bumi Anoa" itu dalam melahirkan generasi muda yang unggul.
"Pemerintah provinsi (pemprov) mendukung sepenuhnya transformasi IAIN Kendari menjadi UIN Kendari," kata dia di Kendari, Kamis.
Ia menjelaskan perubahan status kelembagaan tersebut bisa memperluas akses dan meningkatkan mutu pendidikan di kampus keagamaan Islam negeri di Sultra.
“Saya kira bagus karena kalau universitas ini kan jauh lebih luas pembangunan jurusan-jurusan, juga bisa lebih leluasa dan sesuai dengan karakteristik daerah," ujarnya.
Ia mengungkapkan salah satu Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Sultra adalah pendidikan, maka Pemprov Sultra mengalokasikan 20 persen anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) ke pendidikan.
"Bukan cuma APBD tapi juga APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara), sehingga kita pun sekarang melihat bahwa sektor pendidikan ini pasti infrastrukturnya kita maksimalkan," katanya.
Ke depan, Pemprov Sultra juga akan mengoptimalkan program beasiswa bagi masyarakat kurang mampu di daerah itu supaya bisa menikmati pendidikan di wilayah itu.

Rektor IAIN Kendari Husain Insawan menyebutkan persyaratan transformasi IAIN Kendari menjadi UIN Kendari sudah terpenuhi, baik lahan, sumber daya manusia, guru besar, maupun program studi yang terakreditasi unggul.
Selain itu, jurnal, buku-buku, jabatan akademik, pangkat akademik, tenaga pendidik, dan beberapa persyaratan lainnya yang sudah lengkap.
"Untuk persyaratan IAIN menjadi UIN itu, sudah tidak ada masalah. Seluruh persyaratan kita sudah terpenuhi bahkan melebihi yang disyaratkan. Jadi, tinggal bagaimana berkomunikasi, berkoordinasi, tripartit antara IAIN, pemerintah daerah, dan pemerintah pusat sebagai pihak pemangku kepentingan untuk mendorong secara bersama-sama transformasi dari IAIN menjadi UIN," katanya.
Husain menjelaskan luas lahan yang dipersyaratkan tersebut 10 hektare, sedangkan IAIN Kendari mempunyai luas lahan 28 hektare.
Selain itu, akreditasi minimal dua program studi, sedangkan IAIN Kendari sudah mempunyai tiga program studi, syarat guru besar empat orang, sedangkan IAIN Kendari 14 guru besar, syarat jumlah mahasiswa lebih dari 6.400 orang, sedangkan IAIN Kendari memiliki sekitar 10-12 ribu mahasiswa.
Dengan perubahan status kelembagaan IAIN Kendari menjadi UIN Kendari, katanya, maka kampus ini menjadi perguruan keagamaan Islam negeri terbesar di Sultra dan juga akan berdampak terhadap perputaran ekonomi di daerah itu.
"Perputaran ekonomi juga akan semakin lancar dan semakin besar di area Baruga, Kota Kendari, bahkan secara lebih luas Provinsi Sulawesi Tenggara karena dari daerah lain akan masuk ke Kendari," katanya.

