Kendari (ANTARA) - Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Republik Indonesia memperkuat pemahaman nilai-nilai dasar bangsa melalui pembinaan ideologi Pancasila pada mahasiswa Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari, Sulawesi Tenggara.
Kepala BPIP RI Yudian Wahyudi saat ditemui di Kendari, Senin, mengatakan bahwa pancasila sebagai ideologi dan pemersatu bangsa harus diaplikasikan kepada semua warga negara Indonesia agar Pancasila bukan sekadar simbol negara atau dokumen sejarah, tetapi diaktualisasikan dalam kehidupan masyarakat, berbangsa, dan bernegara.
"Jadi, kegiatan pembinaan ideologi Pancasila itu tidak hanya jargon, tidak hanya hafalan saja, tetapi diaktualisasikan dalam kehidupan masyarakat, berbangsa, dan bernegara," katanya.
Ia menjelaskan bahwa Pancasila lahir dari rahim sejarah, digali dari nilai-nilai luhur nusantara, dan disepakati sebagai dasar negara yang menyatukan ribuan pulau, ratusan suku, bahasa, serta beragam agama dan budaya.
Keberagaman itu bukan ancaman, tetapi kekayaan yang memerlukan perekat yang kuat. "Dan perekat itu adalah Pancasila," imbuh Yudian.
Di tempat sama, Deputi Bidang Hubungan Antar-Lembaga, Sosialisasi, Komunikasi, dan Jaringan BPIP RI Prakoso menyatakan bahwa pembinaan ideologi Pancasila di IAIN Kendari yang mengangkat tema "Pancasila Sebagai Ideologi Pemersatu Bangsa Menuju Indonesia Raya" diikuti sekitar 800 mahasiswa.
"Harapan kami, Pancasila negara Indonesia itu adalah sila kesepakatan, jangan sampai dipecah bela, dirongrong oleh negara lain, atau bentuk ajaran-ajaran negara lain yang tidak sesuai dengan Pancasila, apalagi sekarang di era digital," ujarnya.
Menurut Prakoso, Pancasila bukan sekadar dasar negara, tetapi juga sebagai jiwa dan falsafah nafas hidup Indonesia.
Sejak digali oleh para pendiri bangsa, Pancasila telah menjadi ideologi pemersatu dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas sampai Pulau Rote, yang memiliki ribuan jumlah pulau.
"Pancasila itu nilai-nilainya yang menjadi kesepakatan kita dan itu yang mempersatukan kita. Pancasila menyatukan perbedaan menjadi kekuatan, mengubah keberagaman menjadi harmoni, dan menuntun langkah kita dalam membangun bangsa negara kesatuan Republik Indonesia," jelasnya.
BPIP berkomitmen untuk terus memperkuat pembudayaan Pancasila melalui kerja sama dengan berbagai lembaga pendidikan, termasuk perguruan tinggi keagamaan, seperti IAIN Kendari.
"Sebab kampus memiliki kekuatan dan moral dan intelektual untuk menjaga api ideologi Pancasila tetap menyala di hati generasi muda," katanya.

