Wali Kota Kendari sebut Insentif COVID-19 segera disalurkan

id Wali, Kota, Kendari, pembayaran, insentif ,nakes, COVID-19, dijadwalkan

Wali Kota Kendari sebut Insentif COVID-19 segera disalurkan

Wali Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), Sulkarnain Kadir (ANTARA/Harianto)

Kendari (ANTARA) - Wali Kota Kendari Sulkarnain Kadir mengatakan pembayaran insentif tenaga kesehatan yang menangani langsung pasien COVID-19 di daerah itu segera disalurkan setelah dananya turun dari pusat.

"Saya dapat informasi kemarin, itu sudah mulai ada penjadwalan transfer dari pemerintah pusat," kata Sulkarnain di Kendari, Selasa.

Wali Kota berharap para tenaga kesehatan yang pembayaran insentifnya tertunda sejak September 2020 sampai saat ini agar tetap bersabar, karena pemerintah daerah sudah mengupayakan agar bisa ditransfer oleh pemerintah pusat.

"Kita terus mengusahakan, saya minta agar tenaga kesehatan bersabar. Begitu dananya masuk, langsung kita salurkan kepada mereka yang belum mendapat insentif," ujar Sulkarnain.

Ia menyampaikan pembayaran insentif tenaga kesehatan sebenarnya sudah dilakukan, hanya saja belum dibayarkan secara penuh karena sebagian masih menunggu transfer dari pemerintah pusat.

"Insentif tenaga kesehatan sebagian dibayar dari anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD), sebagiannya lagi lewat kementerian. Namun yang jelas pemerintah tetap akan mengupayakan agar bisa dibayar secara terjadwal," ujarnya.

Sulkarnain mengaku, jika melihat kondisi keuangan daerah, tentu pemerintah kota tidak sanggup bila harus menanggung semua untuk membayar insentif selama 10 bulan. Karena kebijakan bersifat nasional, maka ada juga tanggungan pemerintah pusat dalam hal ini.

"Jadi kami tetap optimistis, kami bangun komunikasi dengan baik, mudah-mudahan semua ini kita bisa lewati dengan akal sehat, bisa kita lewati dengan optimis," ujarnya.

Baca juga: RSUD Kendari khawatirkan nakes yang tangani pasien COVID-19 mogok kerja

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kendari Rahminingrum menjelaskan bahwa pembayaran insentif tenaga kesehatan sudah mulai dibayarkan per Senin (21/6). Hanya saja, yang akan dibayar baru September 2020.

"Informasi yang kami dapat hari ini akan dibayar, tapi yang dibayar hanya September 2020. Atau satu bulan dari 10 bulan molor. Dana pembayaran berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN)," tutup Rahminingrum.
 
Pewarta :
Editor: Hernawan Wahyudono
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar