Pemkot Baubau berharap pembangunan SRG bisa tampung komoditas petani

id Resi gudang

Pemkot Baubau berharap pembangunan SRG bisa tampung komoditas petani

Kadis Perindag Kota Baubau, La Ode Ali Hasan (kedua kiri), Kadis Kelautan Perikanan Ruslan RZ (ketiga kanan) dan beberapa pejabat daerah saat meninjau salah satu gudang dan menyaksikan pengiriman rumput laut ke Surabaya baru-baru ini. (Foto Antara/HO)

Baubau (ANTARA) - Pemkot Baubau, Sulawesi Tenggara, berharap pembangunan sistem resi gudang (SRG) bisa menampung komoditas petani setempat.

"Mudah-mudahan ke depan ini apa yang kita inginkan terealisasi, karena memang tidak ada penampungan khusus pada saat harga (barang) turun, sehingga tetap harus dijual karena tidak adanya penampungan," kata Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Baubau La Ode Ali Hasan, di Baubau, Minggu.

Rencana pembangunan SRG itu setelah tim dari Wakil Menteri Perindustrian dan Perdagangan (Wamendag) Jerry Sambuaga meninjau lokasi yang akan menjadi tempat pembangunan SRG tersebut beberapa waktu lalu.

"Ceritanya ini kita baru mau masukan proposal, dan Pak Wamen sudah terima melalui Pak Wali Kota, sekarang tinggal tindak lanjutnya bagaimana lokasinya yang kita siapkan itu," ujar La Ode Ali Hasan seusai meninjau lokasi rencana pembangunan SRG itu.

Mengenai luas lahan lokasi SRG itu, mantan Kepala Bagian Ekonomi Setda Pemkot Baubau belum memberitahukan secara pasti, namun dalam Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) untuk lokasi pembangunan gudang ditempatkan di wilayah Lakologou dan Sorawolio.

Rencana penempatan di dua lokasi baik di Lokologou dan Sorawoilo berdasarkan hasil permintaan pembangunan SRG itu pun sudah diisurvei dan layak didua wilayah itu.

"Kita belum tahi (luasnya), artinya kita tinggal melihat anggaran pengalokasian gudang itu seperti apa. Kalau misalnya dibutuhkan 3 haktare maka itu yang akan kita siapkan. Dan sementara kita akan meninjau lagi lokasinya," katanya.

Menurut Ali Hasan, SRG yang akan bisa menampung hasil-hasil pertanian dan perikanan, termasuk rumput laut itu memiliki manfaat yang sangat besar. Apalagi Baubau merupakan sentral dari beberapa daerah sekitar yang memang komoditas dipasarkan juga di daerah itu.

"Ini juga supaya bisa menyerap hasil-hasil petani, terutama rumput laut itu yang kurang lebih 15 ribu ton/tahun itu bisa ditampung di SRG itu. Apalagi di situ juga ada mekanisme penjaminan uang melalui perbankan," katanya.

Selain itu, tambahnya, SRG yang akan dibangun tersebut dapat dimanfaatkan sebagai tempat tampung sementara, dan jikalau ada permainan harga dan harga sudah stabil baru mereka bisa jual.
 
Pewarta :
Editor: Hernawan Wahyudono
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar