Kemenkumham Sulawesi Tenggara bimbing narapidana Rutan Raha agar menaati hukum

id Kemenkumham, sultra, narapidana

Kemenkumham Sulawesi Tenggara bimbing narapidana Rutan Raha agar menaati hukum

Kepala Divisi Pemasyarakatan Kemenkumham Sultra Muslim saat memberikan bimbingan kepada narapidana Rutan Kelas IIB Raha, Kamis (6/5/2021). (ANTARA/HO-Humas Kemenkumham Sultra)

Kendari (ANTARA) - Kementerian Hukum dan HAM Sulawesi Tenggara (Sultra) membimbing, memotivasi, dan memberi penguatan kepada narapidana warga binaan Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Raha agar bisa menjadi pribadi yang lebih baik dan selalu menaati aturan dan hukum.

Kepala Divisi Pemasyarakatan (Kadivpas) Muslim melalui rilis yang diterima di Kendari, Kamis, mengatakan pihaknya memberikan motivasi kepada narapidana sehingga ketika keluar dari Rutan dapat melakukan hal-hal positif dan tidak melanggar hukum lagi.

"Jadi kami memberikan pendekatan-pendekatan spiritual kepada mereka, agar menjadi lebih baik setelah keluar dari sini (Rutan)," kata Muslim.

Kepala Divisi Pemasyarakatan memberikan penguatan dan bimbingan kerohanian kepada bukan hanya kepada warga binaan tetapi juga kepada petugas Pemasyarakatan Rutan Kelas IIB Raha.

"Pelaksanaan aktivitas warga binaan pemasyarakatan di bulan Suci Ramadhan ini harus semakin ditingkatkan ibadahnya, sholat dan mengaji," ucap Muslim.

 
Kepala Divisi Pemasyarakatan Kemenkumham Sultra Muslim saat memberikan bimbingan kepada narapidana Rutan Kelas IIB Raha, Kamis (6/5/2021). (ANTARA/HO-Humas Kemenkumham Sultra)



Bukan hanya itu, menurutnya, berperilaku baik antarsesama warga binaan dan menjalin silaturahim juga merupakan ibadah serta memperkokoh keimanan.

"Siapa yang membaca Al-Quran satu huruf pahalanya satu, namun jika dibaca di bulan Ramadhan maka 10 kali lipat. Maka sungguh beruntungnya kita yang membaca Al-Quran," katanya.

Ia berpesan kepada warga binaan pemasyarakatan agar selalu menanamkan nilai-nilai agama kepada diri mereka sehingga bisa mempengaruhi perubahan diri mereka ke jalan yang lebih baik lagi.

Bimbingan moral yang diberikan merupakan suatu bentuk pembinaan kerohanian yang akan menerangkan jiwa para warga binaan, agar tetap sabar menjalankan sisa masa pidana sehingga dapat memperbaiki diri lebih baik di masa yang akan datang, dan apabila keluar dapat diterima di masyarakat luar.
Pewarta :
Editor: Hernawan Wahyudono
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar