Polda Sultra mendirikan 70 pos penjagaan pemudik Lebaran

id 70, posko, keamanan, polda, polda sultra

Polda Sultra mendirikan 70 pos penjagaan pemudik Lebaran

Suasana Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Anoa 2021, Rabu (5/5/2021). (ANTARA/HO-Humas Polda Sultra)

Kendari (ANTARA) - Kepolisian Daerah Sulawesi Tenggara  bersama instansi atau pemangku kepentingan lainnya mendirikan 70 pos penjagaan guna mencegah jika ada pemudik hingga pengaman jelang Lebaran Idul Fitri 1442 Hijriah.

Kepala Bidang Humas Polda Sultra Kombes Pol Ferry Walintukan di Kendari, Kamis, mengatakan ada beberapa instansi yang ikut berpartisipasi dalam pengamanan hari raya dan larangan mudik yang rencananya dilakukan selama 12 hari.

"Kita akan mendirikan 70 pos baik pos pengamanan, pelayanan, dan pos terpadu)," kata Ferry.

Ia menyampaikan pos tersebut akan didirikan di antaranya di pelabuhan, bandara, tempat wisata, keramaian, perbatasan dan lokasi lainnya untuk melakukan penjagaan sehingga tidak terjadi gangguan kamtibmas dan mencegah jika ada yang melakukan mudik lebaran.

"Kita akan melaksanakan Operasi Ketupat Anoa selama 12 hari (6-17 Mei 2021) dengan melibatkan 3.432 personel Polri, TNI 1.286 personel, instansi lain 2.146 (orang)," jelasnya.

Sebelumnya, dalam pengamanan jelang Idul Fitri 1442 Hijriah, Kepolisian Daerah Sulawesi Tenggara bersama Forkopimda telah menggelar Apel Gelar Pasukan sebagai bentuk pengecekan akhir kesiapan pelaksanaan Operasi Ketupat 2021.

Gubernur Sultra, Ali Mazi bertindak sebagai inspektur upacara dalam Apel Gelar Pasukan. Jajaran Forkopimda Sultra beserta personel gabungan TNI-Polri, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan hingga Basarnas turut hadir.

Operasi Ketupat dengan melibatkan ribuan personel Polda Sultra dan jajaran bertujuan agar masyarakat merayakan Idul Fitri dengan rasa aman dan nyaman serta terhindar dari bahaya penularan COVID-19 .

Dalam amanat Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang dibacakan oleh Ali Mazi, Operasi Ketupat 2021 dititik beratkan pada kebijakan pemerintah untuk larangan mudik dan pulang kampung.

“Karena dipastikan dalam perayaan Idul Fitri kali ini akan terjadi peningkatan aktivitas masyarakat dalam bentuk kegiatan ibadah dan kegiatan di sektor ekonomi, pariwisata yang berpotensi menimbulkan gangguan Kamtibmas, Kamseltibcarlantas, dan pelanggaran protokol kesehatan," kata Ali Mazi (5/5).

Lanjutnya, semua instansi terkait harus mampu mampu memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat agar mudik tidak menjadi klaster baru penyebaran virus

“Menjelang hari raya Idul Fitri 1442 Hijriah, tren angka kasus pandemi COVID-19 mengalami kenaikkan. Operasi Ketupat 2021 harus dilaksanakan dengan sungguh-sungguh. Kasus COVID-19 harus kita waspadai," tambah Gubernur Sultra Ali Mazi.
Pewarta :
Editor: Hernawan Wahyudono
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar