DPRD sebut CSR Bank Sultra meringankan beban siswa miskin ditengah pandemi

id csr-corona

DPRD sebut CSR Bank Sultra meringankan beban siswa miskin ditengah pandemi

Gubernur Sulawesi Tenggara H. Ali Mazi, SH menyerahkan CSR Bank Sultra secara simbolis kepada siswa tidak mampu. (ANTARA/sarjono)

Kendari (ANTARA) - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Tenggara menilai penyaluran Corporate Social Responsibility (CSR) Bank Sultra meringankan beban siswa kurang mampu atau miskin di tengah pandemi virus Corona atau COVID-19.

Wakil Ketua DPRD Sultra Nursalam Lada di Kendari, Minggu mengatakan CSR Bank Sultra yang menyasar 1.000 siswa/siswi kurang mampu patut diapresiasi sebagai komitmen bank milik pemerintah daerah di bidang pendidikan.

"Kondisi kehidupan setiap orang ditengah pandemi Corona sangat bervariasi. Bukan soal besaran bantuan melainkan kepedulian," kata Nursalam, politisi PDI Perjuangan.

Membantu orang mampu atau berkelebihan harta dalam jumlah banyak itu biasa-biasa saja tetapi membantu orang membutuhkan meski dalam jumlah kecil sangat bernilai.

Ia mengharapkan 1.000 orang siswa penerima CSR Bank Sultra masing-masing senilai Rp200.000 dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk menutupi kebutuhan sekolah.

Permerintah Provinsi Sulawesi Tenggara menyalurkan Corporate Social Responsibility (CSR) dari Bank Sultra (bank pemilik pemerintah daerah) bagi 1.000 orang siswa kurang mampu di masa pandemi virus Corona.

Bantuan Rp200.000 per siswa SMU, SMK dan SLB adalah wujud komitmen pemerintah Sultra dan Bank Sultra mendorong siswa kurang mampu menuntut ilmu.

Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Sultra Asrun Lio mengatakan bantuan 1.000 siswa yang kurang mampu yang disalurkan ke rekening masing-masing siswa mengandung nilai edukatif.

"Setiap siswa membuka rekening di Bank Sultra kemudian ditransfer. Dipastikan tidak ada penyelewengan karena tidak melalui pihak lain," kata Asrun.

Menurut dia OJK bersama Bank Sultra tidak hanya sebatas menyerahkan bantuan namun mengandung nilai edukatif yakni mengharapkan siswa gemar menabung.

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sultra akan menyerahkan data siswa kurang mampu sesuai Data Pokok Pendidikan (Dapodik) setingkat SMA,SMK dan SLB yang menjadi kewenangan Pemprov Sultra.

CSR bagi 1.000 kurang berkat kerjasama yang baik antara OJK, Bank Sultra, dan Dinas Pendidikan Sultra yang patut diapresiasi, sehinga diharapkan bantuan tersebut bermanfaat untuk siswa yang kurang mampu.

Hal ini sebagai wujud kepedulian antara Bank Sultra OJK dan Dikbud Sultra sejalan dengan program pasangan Ali Mazi- Lukman Abunawas yakni program Sultra Cerdas.
 
Pewarta :
Editor: Hernawan Wahyudono
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar