Wali Kota harap Hut Baubau ke-479 menjadi momentum semangat baru di tengah pandemi COVID-19

id Berita Upacara HUT Baubau

Wali Kota harap Hut Baubau ke-479 menjadi momentum semangat baru di tengah pandemi COVID-19

Wali Kota Baubau Dr AS Tamrin menjadi inspektur upacara pada peringatan hari jadi Baubau ke-479 dan hari ulang tahun ke-19 sebagai daerah otonom, di Baubau, Sabtu. (Foto Antara/Yusran)

Baubau (ANTARA) - Walikota Baubau, Sulawesi Tenggara, Dr AS Tamrin berharap, peringatan hari jadi Baubau ke-479 dan hari ulang tahun ke-19 sebagai daerah otonom menjadi momentum untuk mulai membangun kembali semangat baru di tengah pandemi bencana nonalam wabah COVID-19. 

"Peringatan hari ulang tahun Baubau ke-19 kita mulai membangun kembali semangat baru, meningkatkan produktifitas di tengah wabah COVID-19, namun aktifitas pemerintahan dan ekonomi masyarakat harus kita kembangkan untuk bergerak maju," kata AS Tamrin dalam sambutannya pada upacara peringatan hari jadi Baubau ke-479 dan hari ulang tahun ke-19 sebagai daerah otonom, di halaman Kantor Walikota Baubau, Sabtu. 

Ia mengatakan, pencapaian visi misi pembangunan Kota Baubau dalam dua tahun kepemimpinan bersama Wakil Walikota Baubau La Ode Ahmad Monianse (Tampil Manis) dilakukan berbagai upaya empat pilar pembangunan yakni peningkatan kualitas sumber daya manusia, pembangunan sarana prasarana infrastruktur perkotaan, pembangunan ekonomi kerakyatan berbasis kunggulan lokal dan pengembangan nilai-nilai budaya lokal dalam tatanan kehiudupan sosial kemasyarakatan. 

"Selain itu kita juga patut bersyukur bahwa daerah kita pada 2020 ini telah memperoleh beberapa penghargaan nasional diantaranya anugerah kebudayaan dari PWi Pusat dalam rangka Hari Pers Nasional, juga penganugerahan dari Badan Statistik Pusat dalam menyukseskan sensus penduduk online. Tentunya diharapkan dapat menjadi motivasi, pemicu dan pemacu perekonomian masyarakat Baubau," ujarnya. 

Walikota mengatakan, peringatan kelahiran Baubau harus dinilai sebagai momentum perubahan hingga dampaknya bukan hanya untuk warga Kota Baubau sendiri, juga bagi penduduk daerah sekitar sesuai perannya sebagai pusat pertumbuhan regional. 

"Itulah sebabnya peringatan hari jadi Baubau bukan sekedar untuk berhitung usia fisik kota," tambah Walikota Baubau dua periode ini. 

Mengantisipasi dan mencegah penyebaran COVID-19, kata dia, tentunya semua harus mampu berkolaborasi dalam memutuskan atau meminimalisir penyebaran COVID-19 dengan tetap menerapkan protokol kesehatan seperti memakai masker, jaga jarak, dan mencuci tangan. 

"Dalam suasana yang berbeda dan sederhana di tengah pandemi COVID-19 ini kita dapat berkumpul dalam jumlah yang sangat terbatas dan tetap memakai protokol kesehatan menggunakan masker, jaga jarak dan mencuci tangan dalam meminimalisir penyebaran COVID-19," ujarnya. 

Ia juga mengatakan, peringatan hari bersejarah HUT Baubau mengingatkan kembali tentang sejarah 479 tahun yang lalu Kota Baubau, diawali pelantikan Sultan Murhum Kaimuddin Khalifatul Khamis pada tahun 1542 Masehi atau 948 Hijriah sebagai Sultan Buton pertama sekaligus sebagai simbolisasi masuknya islam di Buton. 

Lebih lanjut dikatakan, para tokoh pemimpin telah berkarya silih berganti, dimana setiap pemerintahan yang berbakti kala itu telah bekerja keras dan bertekad membangun daerah kearah yang lebih baik demi mencapai kesejahteraan masyarakat Baubau. 

"Oleh karena itu, kita patut berbangga terhadap mereka, kita berikan penghargaan yang tulus atas jasa dan pengabdian para tokoh yang berjuang demi pembangunan Baubau untuk maju menuju masyarakat sejahtera dengan tingkat kehidupan seperti sekarang ini," ujarnya.

Upacara peringatan HUT Baubau dengan mengenakan pakaian adat atau sentuhan kain khas daerah itu, turut hadir La Ode Mustari pejabat Pemprov Sultra mewakili Gubernur, Danrem 143/Halu Oleo, Wakil Walikota Baubau, Ketua DPRD Baubau, Sekda Baubau, Forkopimda Baubau, pejabat instansi vertikal, BUMN, BUMD, dan tetamu undangan lainnya.
 
Pewarta :
Editor: Hernawan Wahyudono
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar