Selama lima bulan, Basarnas Kendari tangani 12 kecelakaan kapal

id Basarnas

Selama lima bulan, Basarnas Kendari tangani 12 kecelakaan kapal

Humas Basarnas Kendari Wahyudi. ANTARA/HO

Kendari (ANTARA) - Berdasarkan data Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kendari, Sulawesi Tenggara, mencatat 12 kecelakaan kapal yang ditangani dalam kurun waktu Januari hingga Mei 2020.

Kepala Basarnas Kendari Aris Sofingi melalui Humas Basarnas Kendari Wahyudi mengatakan bahwa sebagian kecelakaan itu akibat kerusakan mesin.

"Tentu keberhasilan Basarnas dalam mengevakuasi para korban kecelakaan kapal ini juga melibatkan pihak-pihak terkait, seperti kepolisian, koramil, BPBD, masyarakat di sekitar tempat kejadian (kecelakaan), dan keluarga korban," kata Wahyudi saat diwawancarai via WhatsApp, Senin.

Wahyudi menjelaskan ke-12 kecelakaan kapal yang ditangani oleh pihaknya merupakan wilayah kerja Basarnas Kendari dengan perincian: Kabupaten Wakatobi empat kejadian, perairan Kolaka dua kejadian, masing-masing satu kejadian di perairan Konawe Utara, Konawe Selatan, Buton, Buton Selatan, Morowali dan sungai di Luwu Timur.
 
Dokumentasi - Tim Rescue Basarnas saat mengevakuasi perahu atau longboat di Perairan Kapota Wakatobi, Kamis. ANTARA/HO-Humas Basarnas


"Sejauh ini tidak ada hambatan. Teman-teman selalu memperhatikan SOP dalam pelaksanaan operasi. Kendala seperti cuaca hingga saat ini bisa dikondisikan dengan selalu berkoordinasi dengan pihak terkait," kata Wahyudi.

Demi menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, Wahyudi mengimbau nelayan sebelum melaut agar terlebih dahulu memperhatikan kelayakan kapal, alat komunikasi, alat keselamatan, dan selalu memperhatikan kondisi cuaca.

"Untuk teman-teman nelayan sebelum melakukan aktivitas, sebaiknya memperhatikan beberapa hal seperti kelayakan kapal, dalam hal ini memperhatikan kondisi mesin apakah layak untuk digunakan," katanya.

Ia lantas menekankan, "Persiapkan alat komunikasi dan navigasi, seperti marine radio, HP, peta, dan GPS, kemudian siapkan alat keselamatan, seperti pelampung dan ringboy, terakhir selalu memperhatikan kondisi cuaca dengan melihat update dari BMKG sebelum melaut." tambahnya.
Pewarta :
Editor: Hernawan Wahyudono
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar