Tunaikan Tanggung Jawab, anggota DPRD serap aspirasi masyarakat Dapil I Sultra

id reses DPRD

Tunaikan Tanggung Jawab, anggota DPRD serap aspirasi masyarakat Dapil I Sultra

Ketua DPRD Sultra, Abdurahman Saleh, saat melakukan kegiatan reses pada masa sidang pertama tahun 2019-2020 di dapil I Sultra meliputi Kendari 30 Januari-5 Februari 2020. (Foto Antara/Suparman)

Kendari (ANTARA) - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) daerah pemilihan (Dapil) I Sultra meliputi Kota Kendari telah melakukan reses masa sidang I tahun 2019-2020 atau masa di mana DPRD melakukan kegiatan di luar masa sidang, terutama di luar gedung dewan, untuk melakukan kunjungan kerja dan menyerap aspirasi masyarakat setempat, dilaksanakan dari 30 Januari sampai 5 Februari 2020.

Terdapat enam anggota DPRD Sultra di Dapil I Sultra yang telah melakukan reses menyerap aspirasi masyarakat yakni Abdurahman Saleh (PAN), Sudharmanto (Nasdem), Aksan Jaya Putra (Golkar), Siti Suleha Sanusi (PDIP), Sudirman (PKS) dan Yudhianto Mahardika (Gerindra).

Abdurahman Saleh yang merupakan ketua DPRD Sultra, melakukan tatap muka dengan Warga di Kelurahan Bende Kecamatan Kadia, yang ikut menghadirkan langsung kepala Dinas Kepala Dinas Cipta Karya Bina Konstruksi dan Tata Ruang Sultra Pahri Yamsul, dihadiri unsur pemerintah lurah setempat.

Ditempat ini, Abrurahman Saleh menerima beberapa masukan dari warga terutama penanganan masalah banjir di Kota Kendari yang menjadi problema masyarakat dari tahun ke tahun yang belum ada solusi kongkret sehingga ketika terjadi hujan satu jam saja maka ada beberapa tempat yang tergenang air.

Salah seorang warga, Suleman Nur Alam, dalam kesempatan itu menyebutkan bahwa salah satu yang menjadi penyebab banjir adalah meluapnya Sungai Wanggu. Sungai tersebut adalah sungai terbesar dari 13 anak sungai yang bermuara di teluk Kendari sehingga perlu penanganan serius dan fokus pemerintah untuk penanganannya tidak hanya di hilir tetapi juga di hulu sungai.

Terkait keluhan itu, Abdurahman Saleh mengaku sudah ada proyek grand design pembuatan tanggul dan kolam retensi yang dianggarkan pemerintah pusat.

“Untuk masalah banjir di Kali Wanggu, sebenarnya pemerintah pusat melalui balai sungai sudah menyiapkan anggaran pembangunan tanggul di sepanjang pinggir kali Wanggu. Hanya masalahnya tinggal pembebasan lahannya ini masih dikoordinasikan dengan Pemerintah Kota Kendari,” katanya.
Anggota DPRD Sultra, Yudhianto Mahardika, saat melakukan kegiatan reses pada masa sidang pertama tahun 2019-2020 di dapil I Sultra meliputi Kendari 30 Januari-5 Februari 2020. (Foto Antara/Suparman)

Anggota DPRD Sultra Yudhianto Mahardika, dalam melakukan reses tersebut mengambil salah satu titik yakni di Kelurahan Nambo Kecamatan Nambo karena memenuhi pemintaan konstituennya di wilayah itu.

Di tempat itu, Yudhianto juga menerima beberapa masukan aspirasi masyarakat diantaranya, Normalisasi sungai, Drainase, Penanganan banjir, Pemecah ombak, Bantuan kapal nelayan, Perbaikan jalan, Pelatihan bagi ibu-ibu untuk peningkatan pendapatan, dan juga menunaikan permintaan pemerintah kelurahan setempat yakni, 200 kursi plastik.

Yudhianto berjanji akan menampung aspirasi masyarakat Nambo dan mengusulkan pada saat rapat dewan untuk diakomodir pada penganggaran tahun berikutnya.
Anggota DPRD Sultra, Sudharmanto, saat melakukan kegiatan reses pada masa sidang pertama tahun 2019-2020 di dapil i Sultra meliputi Kendari 30 Januari-5 Februari 2020. (Foto Antara/Suparman)

Sementara itu, Anggota DPRD Sultra, Sudharmanto, mengambil salah satu titik dalam melakukan penyerapan aspirasi masyarakat yakni di Kampus Sekolah tinggi Ilmu (STIE) 66 Kendari yang merupakan salah satu lembaga pendidikan swasta yang ada di kota itu.

Ketua STIE 66 Kendari, Dr Bakhtiar Abbas, dalam kesempatan itu menyampaikan bahwa perkembangan tehnologi saat ini sehingga dibutuhkan literisasi media khususnya internet, sehingga tidak ada lagi alas an, karena tehnologi saat ini dapat diakses dimanapun. 

Adapun usulan yang diterima Sudharmanto dalam kesempatan itu adalah infocus agar ditambahkan dan upgrade agar presentasi dalam dunia informasi tehnologi lebih maksimal. Kemudian beberapa tenaga pendidik lainnya mengusulkan sejumlah papan tulis, baik tingkat SMP, SM juga diadakan. 

Menanggapi permintaan dan usulan itu, Sudharmanto  berjanji akan memenuhi seluruh usulan tenaga pendidik, baik papan tulis maupun kebutuhannya lainnya, dan berjanji memperjuangkan bantuan biaya pendidikan bagi S1 dan S 2 bagi mahasiswa perguruan tinggi tersebut.
 
Anggota DPRD Sultra, Aksan Jaya Putra, saat melakukan kegiatan reses pada masa sidang pertama tahun 2019-2020 di dapil I Sultra meliputi Kendari 30 Januari-5 Februari 2020. (Foto Antara/Suparman)

Berikutnya, anggota DPRD asal Dapil I Sultra lainnya, Aksan Jaya Putra, melakukan reses perdana untuk menjaring aspirasi di Kelurahan Anggalomelai, Kecamatan Abeli yang turut hadir Camat Abeli, Ibnu Aim Muis, Sekretaris Kecamatan Abeli, Dasri serta, dan pemerintah kelurahan lingkup Kecamatan Abeli.

Dalam reses tersebut, aspirasi yang muncul dari masyarakat dominan pada persoalan infrastruktur dan ekonomi kreatif seperti bantuan ternak serta air bersih.

Salah seorang warga Anggalomelai, Agus menyampaikan, yang menjadi keluhan warga di Kelurahan Anggalomelai saat ini adalah banjir kala musim penghujan, warga juga membutuhkan bantuan tenda jadi.

“Sekarang ini sudah memasuki musim hujan, Kelurahan Anggalomelai rawan banjir akibat pengerjaan bronjong yang tak kunjung selesai. Selain itu, kami membutuhkan bantuan tenda besi, selama ini setiap ada kegiatan masyarakat harus meminjam tenda jadi dengan biaya yang banyak,” kata Agus.

Warga setempat juga minta perbaikan jalan karena jalan yang ada saat ini sudah rusak. Mereka juga mengusulkan normalisasi kali, bantuan kelompok ternak dan bantuan pendanaan untuk kegiatan usaha masyarakat.
 
Sementara itu, Sekcam Abeli mengatakan dari dulu hingga saat ini Kecamatan Abeli belum memiliki SMA, sementara syarat untuk mendirikan SMA sudah terpenuhi.

Menanggapi aspirasi masyarakat tersebut, Aksan Jaya Putra menuturkan normalisasi sungai pihaknya akan koordinasikan dengan pihak Balai Sungai. Sama halnya dengan aspal jalan, ia akan koordinasikan dengan Dinas PU.

“Pengaspalan Lorong PGRI, akan dikoordinasikan dulu dengan Pemkot. Jika memang masuk kewenangan Pemprov akan dilakukan tapi jika masuk kewenangan Pemkot berarti tanggung jawab Pemkot. Sementara bantuan dana, saya akan berkoordinasi dengan Dinas Koperasi Sultra, tapi hal yang disiapkan dulu adalah proposal permohonan,” katanya.
Anggota DPRD Sultra, Sudirman, saat melakukan kegiatan reses pada masa sidang pertama tahun 2019-2020 di dapil I Sultra meliputi Kendari 30 Januari-5 Februari 2020. (Foto Antara/Suparman)

Sementara itu, anggota DPRD Sultra, Sudirman, saat melakukan reses perdana memilih melakukan tatap muka dengan kader dan pengurus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) se kota Kendari pada salah satu hotel ternama di Kendari. 

Adapun saran, masukan dan pandangan yang terima Sudirman dalam kesempatan itu terkait permasalahan diberbagai bidang seperti soal infrastruktur, pendidikan, kebersihan dan soal pertambangan yang perlu dilakukan dan ditindak lanjuti oleh anggota DPRD Sultra nantinya.

"Meskipun yanghadri adalah kader PKS< tetapi mereka ini merupakan perpanjangan tangan dari warga, sehingga informasi bisa disampaikan terkait apa yang menjadi kebutuhan masyarakat saat ini kepada kami anggota DPRD,” katanya.

Ia berjanji dari aspirasi yang telah disampaikan warga kepada dirinya, tentunya akan diperjuangkan baik itu di tingkat Provinsi maupun tingkat Kota Kendari dengan berkoordinasi anggota DPRD dari PKS.

Satu anggota DPRD Sultra Dapil I Sultra yang juga melakukan reses adalah Siti Suleha Sanusi yang mendapat berbagai masukan dari masyarakat terkait perbaikan infrastruktur penunjang di ibu kota provinsi Sultra tersebut.(ADV)
 
Pewarta :
Editor: Hernawan Wahyudono
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar