Poltekkes Kemenkes Kota Kendari deklarasi sebagai kampus sehat

id Poltekkes

Poltekkes Kemenkes Kota Kendari deklarasi sebagai kampus sehat

Direktur Poltekkes Kemenkes Kendari, Askrening, bersama civitas akademika di lapangan upacara Poltekkes Kemenkes Kendari, usai deklarasi kampus sehat, Senin (17/2/20). (ANTARA/Harianto).

Kendari (ANTARA) - Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) mendeklarasikan sebagai kampus sehat, di Kendari, Senin.

Peluncuran dan pencanangan kampus sehat ini dilakukan oleh Direktur Poltekkes Kemenkes Kendari bersama seluruh civitas akademika di lapangan upacara Poltekkes Kemenkes Kendari.

Direktur Poltekkes Kemenkes Kendari, Askrening, mengatakan pencanangan kampus sehat merupakan program dari Menteri Kesehatan untuk Perguruan Tinggi Indonesia terutama yang dibawah Kementerian Kesehatan RI.

"Sebelumnya Poltekkes Kemenkes Kendari telah melakukan beberapa program. Diantaranya Program Gerakan Kantor Berbudaya, Hijau dan Sehat (BERHIAS), Kampus bebas asap rokok dan Gerakan Lihat Sampah Ambil (LISA). Program sehat lainnya juga yaitu melakukan aktivitas fisik bersama-sama seperti senam pagi setiap hari Jumat dan kerja bakti dalam rangka menjaga kebersihan kampus," jelas Askrening.
Direktur Poltekkes Kemenkes Kendari, Askrening, saat deklarasi kampus sehat, Senin (17/2/20). (ANTARA/Harianto)


Selanjutnya, tambah Askrening kantin didorong menjadi kantin yang mengedepankan prinsip-prinsip makanan sehat, seperti lebih banyak rebusan, sayur buah, dan bahan-bahan lokal. Disamping itu, kampus mulai belajar mengurangi penggunaan sampah plastik dengan membawa botol minum sendiri

"Pada tahun 1998, organisasi kesehatan dunia (WHO) memperkenalkan konsep 'Health Promoting University' sebagai salah satu upaya promosi kesehatan berbasis lingkungan yang menerapkan pendekatan sosio-ekologis," terangnya.

Baca juga: Cegah Stunting, Poltekkes Kendari ajak masyarakat terapkan PHBS

Melihat manfaat konsep tersebut, lanjut Askrening Kementerian Kesehatan membuat terobosan untuk optimalisasi pencegahan dan pengendalian penyakit pada kelompok usia produktif di lingkungan perguruan tinggi yang disebut dengan Program Kampus Sehat.

Ia mengungkapkan, program tersebut sebagai perwujudan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) melalui edukasi gaya hidup sehat, deteksi dini, dan intervensi yang terintegrasi dengan pengaturan lingkungan yang sehat. Sehingga diharapkan prevalensi penyakit dan faktor risikonya di lingkungan kampus dapat diturunkan.

"Program Kampus Sehat diharapkan dapat menggerakan sektor pendidikan untuk berperan aktif dalam mewujudkan Indonesia sehat dengan terlibat langsung dalam upaya-upaya promotif, dan preventif,di lingkungan perguruan tinggi," jelasnya.
Pewarta :
Editor: Hernawan Wahyudono
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar