Kendari (ANTARA) - Dinas Kesehatan Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara berupaya melakukan percepatan pencegahan stunting dengan penandatanganan kesepakatan bersama antara OPD, camat, lurah se-Kota Kendari dan penguatan kelompok masyarakat.
Kepala Dinas Kesehatan Kendari, drg Rahminingrum, Kamis mengatakan meskipun Kota Kendari bukan lotus stunting di Sulawesi Tenggara, namun pencegahan terhadap penyakit itu sangat penting dilakukan.
"Ini salah satu upaya kita, dengan menggaet camat, lurah dan masyarakat untuk kita sama-sama mencegah angka stunting. Meskipun Kendari bukan lokus stunting, tetapi sangat penting dilakukan pencegahan," katanya,
Ia juga mengungkapkan hal itu dilakukan agar stunting di kota itu bisa semakin berkurang. Terlebih lagi, katanya, stunting tidak bisa diobati, melainkan hanya bisa dicegah.
"Stunting tidak bisa diobati, kalau anak sudah terlanjur terkena stunting, yang bisa kita lakukan hanya mencegah sebelum itu terjadi. Jadi kita berharap kepada ibu hamil untuk memperhatikan pola makan yang sehat," jelasnya.
Baca juga: Cegah Stunting, Dinkes Kendari Luncurkan Program Gemar Makan Ikan
Ia menjelaskan, penyebab terjadinya stunting adalah gagal tumbuhnya dan kembang anak, yang disebabkan permasalahan gizi, baik ibu hamil maupun pada saat 10 hari pertama kehidupan.
"Jadi upaya-upaya yang dilakukan adalah mengedukasi masyarakat, untuk mempersiapkan dari remaja putri, dan mempersiapkan bagaimana berumah tangga, dan intervensi kepada ibu hamil bagaimana merawat pola gizinya dengan baik," pungkasnya.

