8.821 pelamar CPNS di Kolaka Timur mulai jalani tes SKD

id koltim tes

8.821 pelamar CPNS di Kolaka Timur mulai jalani tes SKD

Pelamar CPNS di Kolaka Timur mulai jalani SKD terpusat di SMKN 1 Kendari selama 9 hari. (Foto Antara/Suparman)

Kendari (ANTARA) - Sebanyak 8.821 pelamar calon pegawai negeri sipil (CPNS) di Kabupaten Kolaka Timur, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), mulai jalani seleksi kompetensi dasar (SKD) dilaksanakan terpusat di SMKN 1 Kendari.

Pembukaan SKD dengan menggunakan sistem Computer Assisted Test (CAT) tersebut dan dipantau langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kolaka Timur, Eko Santoso Budiarto Sauala, bersama Ditempat yang sama, Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Regional IV Makassar, Harun Arsyad, yang pelaksanaannya terpusat di SMKN 1 Kendari, Selasa.

"Kegiatan seleksi ini akan berlangsung selama sembilan hari, dan dimulai hari ini yang diikuti  sebanyak 94 peserta," katanya.

Ia berharap seluruh peserta dapat mengikuti seleksi dalam keadaan sehat dan tes bisa dilaksanakan sesuai jadwal yang telah ditentukan panitia.

"Kita menginginkan seluruh peserta menjunjung tinggi sportifitas, karena setiap soal sudah dihitung waktunya. Sehingga mereka para peserta ini bisa lebih percaya diri, jangan terpengaruh dengan kiri kanannya," kata Eko.

Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Regional IV Makassar, Harun Arsyad, mengatakan, sejauh ini pelaksanaan seleksi CPNS di Sulawesi Tenggara (Sultra) aman terkendali dan sistem pengamanan pun sesuai standar.

"Demikian pula sarana dan pra sarana sudah bagus. Yang kita harapkan baik dari panitia instansi dengan panitia dari BKN juga bagus," katanya.

Ia juga ingatkan peserta tes agar jangan percaya dengan joki untuk lolos, kerja dengan baik soalnya agar bisa lolos menjadi PNS masa depan Kolaka Timur.

"Terimakasih Pemda Kolaka Timur atas kinerja dan partisipasinya. Kami akui tenaga kami dari BKN mengalami kekurangan, olehnya itu dengan bantuan kawan-kawan dari Kolaka Timur, kami ucapkan terimakasih," pungkasnya.

 
Pewarta :
Editor: Hernawan Wahyudono
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar