Di Bombana, lansia dapat program DKLU dari Loka RSLU Minaula Kendari

id Lansia,Kabupaten bombana,Pemberdayaan lansia

Di Bombana, lansia dapat program DKLU dari Loka RSLU Minaula Kendari

Yondeng (84), lansia di Desa Lora, Kecamatan Mataoleo, Kabupaten Bombana menunjukkan hasil kerajinan keset yang dibantu melalui program DKLU dari Loka RSLU Minaula Kendari. ANTARA/HO-Loka RSLU Minaula Kendari

Kendari (ANTARA) - Loka Rehabilitasi Sosial Lanjut Usia (LRSLU) Minaula Kendari, menyalurkan program Dukungan Lanjut Usia (DKLU), pada lansia di Desa Lora, Kecamatan Mataoleo, Kabupaten Bombana.

Kepala Loka RSLU Minaula Kendari, Syamsuddin mengatakan, penerima program DKLU diberikan khusus kepada para lansia yang mempunyai usaha.

Ia mengungkapkan, sejak mendapat program DKLU tersebut, banyak lansia yang mengaku  terbantu melancarkan usahanya, salah satunya Yondeng (84) asal Bombana, yang kesehariannya adalah pengrajin kain perca.

"Sebelumnya beliau hanya membuat keset dan tidak menentu karena kesulitan dalam membeli bahan baku. Namun setelah mendapatkan program DKLU dari Minaula, beliau mampu membuat kerajinan tersebut secara rutin, melalui arahan dari pendamping lembaga kesejahteraan sosial lanjut usia (LKSLU)," katanya di Kendari, Ahad.
 
Batal dan guling hasil usah Yondeng (84) yang merupakan Lansia di Desa Lora, Kecamatan Mataoleo, Kabupaten Bombana yang menerima program DKLU dari Loka RSLU Minaula Kendari. (ANTARA/HO/Loka RSLU Minaula Kendari)


Terbantunya Yondeng, kata dia, mendapat sokongan biaya melalui program DKLU, membuat Yondeng kian aktif membuat kerajinan. Bukan hanya keset, namun juga dia mampu mengembangkan dengan membuat bantal dan guling.

"Harga keset yang dia jual pun bervariasi, mulai harga mulai dari harga Rp15 ribu sampai Rp20 ribu. Sementara bantal dan guling, dia pasang tarif mulai dari harga, Rp40 ribu hingga Rp60 ribu. Dalam seminggu beliau mendapatkan keuntungan sekitar Rp400 ribu," jelas Syamsuddin.

Baca juga: Loka RSLU Minaula Kendari mendorong produktivitas Lansia di Soropia

Syamsuddin juga mengungkapkan, Yondeng sebagai penerima program DKLU mengaku sangat terbantu. Dirinya juga merasa nyaman dengan menggeluti usahanya, sebab kerajinan ini telah sudah menjadi hobinya sejak kecil.

"Beliau mengatakan, usia lanjut bukan merupakan penghalang untuk tetap beraktivitas. Selama fisiknya masih mampu, beliau akan dengan senang hati menggeluti usaha ini. Selain itu, sambil membuat kerajinan tersebut, beliau bisa sambil bercerita dengan anak, menantu, dan cucu-cucunya," kata Syamsuddin.
Pewarta :
Editor: Hernawan Wahyudono
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar