Empat terminal bahan bakar di Sultra antarkan Pertamina raih sertifikat ISO

id Terminal BBM

Empat terminal bahan bakar di Sultra antarkan Pertamina raih sertifikat ISO

Salah satu terminal bahan bakar PT Pertamina MOR VII Sulawesi (foto Pertamina)

Kendari (ANTARA) - Empat Fuel Terminal atau terminal bahan bakar yang ada di Sulawesi Tenggara (Sultra) yakni Fuel Terminal Kendari, Baubau, Raha dan Kolaka ikut memberikan andil dalam mengantarkan PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region (MOR) VII Sulawesi meraih tiga sertifikat ISO (International Organization for Standardization).

General Manager Pertamina MOR VII, Chairul Alfian Adin, melalui siaran persnya, Senin, mengatakan, perolehan sertifikat ISO ini memiliki makna bahwa setiap proses operasi penyuplaian dan pendistribusian BBM/BBK yang dilakukan di wilayah Sulawesi oleh Pertamina, telah memiliki standar yang baku, dan berwawasan lingkungan, serta diakui secara internasional.

"Ini juga sekaligus juga menunjukkan bahwa Pertamina peduli terhadap BBM/BBK yang didistribusikan ke masyarakat dilakukan secara tepat waktu, tepat mutu, dan tepat jumlah," katanya.

Disebutkan, tiga sertifikasi ISO tersebut diraih oleh fungsi Supply & Distribution (S&D) MOR VII yang wilayah kerjanya mencakup Sulawesi, yang terdiri dari S&D MOR VII Office dan 15 lokasi integrated/fuel terminal yang beroperasi dan tersebar di seluruh wilayah Sulawesi.

Kelima belas lokasi terminal bahan bakar tersebut adalah Fuel Terminal Makassar (Sulsel), Terminal Bitung (Sulut), Terminal Baubau (Sultra), Terminal Parepare (Sulsel), Terminal Kendari (Sultra), Terminal Donggala (Sulteng), Terminal Gorontalo Group (Gotontalo), Terminal Poso Group (Sulteng), Terminal Palopo (Sulsel), Terminal Luwuk (Sulteng), Terminal Raha (Sultra), Terminal Kolaka (Sultra), Terminal Tolitoli (Sulteng), Terminal Banggai (Sulteng) dan Terminal Tahuna (Sulut).

Disebutkan, ketiga sertifikat tersebut diraih secara bersamaan yakni sertifikat sistem manajemen mutu ISO 9001:2015, sistem manajemen lingkungan ISO 14001:2015, dan sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja (K3) ISO 45001:2018 yang diterapkan secara terintegrasi dalam proses bisnis suplai dan distribusi bahan bakar minyak (BBM) dan bahan bakar khusus (BBK).

"Raihan ISO yang terintegrasi ini melengkapi sekaligus perluasan ruang lingkup dari penerapan sistem manajemen mutu, lingkungan, dan keselamatan dan kesehatan kerja yang terintegrasi di 15 lokasi integrated/fuel terminal, termasuk S&D Region Office MOR VII," katanya.

Menurutnya, capaian ini juga merupakan salah satu bentuk langkah nyata Pertamina Supply & Distribution Marketing Operation Region VII dalam mendukung pencapaian visi dan misi Pertamina untuk menjadi perusahaan energi nasional berkelas dunia yang menjadi kebanggaan bangsa.

"Raihan ini pula menunjukkan bahwa Pertamina mampu menjaga sistem manajemen mutu, lingkungan, dan K3 di setiap tahapan operasional dalam rangka memenuhi ekspektasi pelanggan, guna mewujudkan tata nilai Pertamina, khususnya dalam hal customer focus," pungkasnya.

Baca juga: Pertamina perintahkan SPBU di Sultra untuk menyesuaikan harga terbaru BBM

Pewarta :
Editor: Hernawan Wahyudono
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar