Tarian tradisional Bokeo Mburi menutup HPS di Sultra

id tarian-tarian,tarian bokeo mburi,tarian tutup HPS, HPS di Sultra,HPS Sultra,hhari pangan sedunia

Tarian tradisional Bokeo Mburi menutup HPS di Sultra

Penampilan penari Bokeo Mburi pada penutupan HPS 2019 di Sultra (Foto ANTARA/ Hasbir)

Kendari (ANTARA) - Tarian tradisional Bokeo Mburi binaan Dinas Pariwisata Kabupaten Kolaka Timur, Provinsi Sulawesi Tenggara memeriahkan rangkaian seremoni penutupan peringatan Hari Pangan Sedunia (HPS) ke-39 yang berlangsung di Kota Kendari, tanggal 2-5 November 2019.

Pantauan di Kendari, Selasa, penampilan kelompok tari wanita binaan Sanggar Sanggalatamoro itu memukau peserta, bahkan beberapa hadirin luar daerah bertanya tentang makna Tarian Bokeo Mburi.

"Tarian Bokeo Mburi yang diiringi tabuhan gong serta menampilkan wanita-wanita pilihan menggambarkan kekayaan budaya nusantara," kata Ariga Fadli, peserta HPS Nanggroe Aceh Darussalam (NAD).

Tarian Bokeo Mburi mengisahkan perjuangan sosok seorang raja perempuan pertama yang membela merah putih dari penindakan kaum kolonial, kata Anwar, Koreografer Dinas Pariwisata Kolaka Timur.

"Bokeo" bermakna sebagai raja sedangkan 'Mburi' adalah nama dari seorang wanita yang diangkat dari sejarah kerajaan Tolaki Wuta Mekongga yang menceritakan kisah seorang permaisuri tangguh.

Setiap gerakan tarian merupakan simbol dari figur seorang raja tangguh yang menampilkan beberapa gerakan yang diadopsi dari Tari Lulo.

Penampilan para penari yang menggunakan properti parang berjalan aman namun sempat memicu adrenalin penonton yang awam tarian bermotif kearifan lokal tersebut.

Di penghujung penampilan kelompok penari yang mengenakan kostum biru membentangkan kain berwarna merah dan putih dengan formasi yang mengundang aplaus peserta HPS.

Penyelenggaraan HPS ke-39 yang dipusatkan di kawasan perkebunan coklat di Desa Puudambu, Kecamatan Angata, Kabupaten Konawe Selatan dibuka Menteri Pertanian Sahrul Yasin Limpo pada 2 November 2019.

Pj Sekprov Sultra Laode Mustari mewakili Gubernur Sultra saat menutup HPS mengajak petani dan pelaku dunia usaha untuk mendorong produktivitas pangan.

"Indonesia negara yang dikaruniai kekayaan melimpah, baik di darat dan di laut namun membutuhkan tangan-tangan terampil dan inovatif sehingga mewujudkan kesejahteraan," katanya.
Pewarta :
Editor: Hernawan Wahyudono
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar