BNN gelar workshop pengembangan P4GN di lingkungan masyarakat

id BNN

BNN gelar workshop pengembangan P4GN di lingkungan masyarakat

Kepala Bidang P2M BNNP Sultra, Harmawati, saat menjadi naradumber dalam workshop pengembangan P4GN di lingkungan masyarakat, Kamis. (ANTARA/Harianto)

Kendari (ANTARA) - Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) melakukan upaya Pencegahan dan Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) kepada masyarakat melalui workshop pengembangan kapasitas P4GN di lingkungan masyarakat, Kamis, di salah satu hotel di Kendari.

Kepala Bidang P2M BNNP Sultra, Harmawati, mengatakan, kegiatan tersebut merupakan upaya BNN dalam membentuk relawan antinarkoba, dan juga sebagi penggiat antinarkoba dalam mencegah peredaran gelap narkoba di lingkungan masyarakat khususnya di wilayah Kota Kendari.

"Tujuannya bukan hanya sebagai penggiat tapi bisa menjadi relawan antinarkoba atau P4GN di lingkungan masyarakat" kata Harmawati, di Kendari,  Kamis.

Selain itu, Harmawati juga mengungkapkan, dengan kegiatan tersebut, para peserta selain sebagai objek juga diharapkan sebagai subjek dalam pemberantasan peredaran gelap narkoba.

"Kami harapkan, para peserta bukan lagi sebagai objek tetapi juga sebagai subjek, artinya dia juga bisa melakukan upaya pencegahan di lingkungannya masing-masing," jelasnya.
Kepala Bidang P2M BNNP Sultra, Harmawati, saat menjadi naradumber dalam workshop pengembangan P4GN di lingkungan masyarakat, Kamis. (ANTARA/Harianto)


Harmawati juga mengajak peserta untuk terus berperan aktif dalam melakukan pencegahan penyalahgunaan narkoba dan peredaran gelap narkoba di lingkungan masing-masing.

"Harapan kami, setelah selesai kegiatan ini Bapak dan Ibu dapat terus peduli dalam melakukan upaya P4GN dilingkungan masing-masing," katanya.

Kegiatan ini, lanjut Harmawati, diikuti oleh 30 orang yang mewakili dari sembilan kelurahan yang ada di Kota Kendari, dinggap zona merah salah satunya kelurahan Sodoha, Mandonga, Baruga dan lainya, dimana setiap kelurahan diwakili oleh empat orang.

"Para peserta merupakan perwakilan yang daerahnya dianggap merah oleh BNN, salah satunya Sodoha, Mandonga, Baruga,. Kenapa dianggap merah ada indikator yang digunakan, ada indikator pokok dan ada indikator penunjangnya. Salah satu indikatornya adalah ditemukan penyalahguna, ditemukan tempat-tempat hiburan," jelasnya.

"Kalau ada pecandu, merekalah yang memberikan motivasi kepada orang itu supaya orang itu bisa direhabilitasi, kalau kalau ada jaringan pengguna narkoba di lingkungannnya dia juga bisa melaporkan kepada BNN," tambahnya.
Pewarta :
Editor: Hernawan Wahyudono
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar